Skip to main content

Pemkot Bengkulu Optimistis Target PAD 2026 Tembus Rp400 Miliar

Pemkot Bengkulu Optimistis Target PAD 2026 Tembus Rp400 Miliar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>    Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memasang target ambisius dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkot menargetkan PAD sebesar Rp400 miliar, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya. Target tersebut mencerminkan optimisme sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal guna mendukung percepatan pembangunan kota.

Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, mengatakan bahwa penetapan target PAD 2026 didasarkan pada tren peningkatan realisasi pendapatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, PAD Kota Bengkulu tercatat mencapai sekitar Rp270 miliar. Angka tersebut dinilai sebagai capaian positif, mengingat pada tahun 2024 realisasi PAD berada di kisaran 75 persen dari target Rp201 miliar.

“Capaian ini menjadi modal penting bagi kami. Meski target 2026 cukup tinggi, kami tetap optimistis karena ada peningkatan kepatuhan wajib pajak dan perbaikan sistem pengelolaan pendapatan daerah,” ujar Nurlia Dewi, Rabu (14/1/2026).

Untuk merealisasikan target Rp400 miliar tersebut, Pemkot Bengkulu akan mengandalkan sektor pajak daerah sebagai sumber utama penerimaan. Dari total target PAD, sekitar Rp295 miliar ditopang dari penerimaan pajak daerah. Pajak tersebut berasal dari berbagai jenis, antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak reklame, pajak air tanah, serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

PBJT sendiri mencakup sejumlah sektor strategis seperti pajak restoran, hotel, parkir, hingga pajak tenaga listrik. Sektor-sektor ini dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan sektor jasa di Kota Bengkulu.

Khusus sektor hiburan, Pemkot Bengkulu menerapkan kebijakan tarif pajak yang bervariasi. Untuk hiburan malam seperti karaoke dan diskotek, tarif pajak ditetapkan sebesar 40 persen. Sementara itu, jenis hiburan lainnya dikenakan tarif pajak sebesar 10 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan kontribusi sektor hiburan terhadap PAD tanpa menghambat pertumbuhan usaha.

Selain pajak daerah, kontribusi PAD juga diharapkan datang dari sektor retribusi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah retribusi parkir, yang pada tahun 2026 ditargetkan menyumbang pendapatan sebesar Rp7,5 miliar. Pemkot menilai penataan sistem parkir dan peningkatan pengawasan dapat memaksimalkan potensi penerimaan dari sektor tersebut.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi, Bapenda Kota Bengkulu terus mendorong inovasi melalui digitalisasi layanan. Salah satu terobosan yang telah dilakukan adalah peluncuran aplikasi Padek Kota Bengkulu berbasis Android. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran PBB, pajak restoran, hingga pajak hiburan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

“Digitalisasi ini bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wajib pajak. Dengan sistem yang transparan dan mudah diakses, kami berharap tingkat kepatuhan masyarakat semakin meningkat,” jelas Nurlia.

Selain aplikasi digital, kanal pembayaran pajak juga diperluas melalui kerja sama dengan jaringan bank milik negara (Himbara). Langkah ini dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran kewajiban pajaknya.

Pemkot Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau kewajiban perpajakan masing-masing. Informasi terkait layanan perpajakan, besaran pajak, serta program terbaru dapat diakses melalui portal resmi Bapenda Kota Bengkulu.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkot Bengkulu berharap target PAD 2026 sebesar Rp400 miliar dapat tercapai. Pemerintah menilai peningkatan PAD menjadi kunci penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kemandirian fiskal Kota Bengkulu di masa mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi SAPUTRA