TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan drainase sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu prioritas untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan perkotaan.
Program unggulan “1.000 Jalan Mulus” kini memasuki tahap percepatan pelaksanaan. Pemerintah kota menargetkan perbaikan dan pengaspalan jalan menjangkau lebih banyak kawasan permukiman, termasuk kompleks perumahan yang selama ini membutuhkan peningkatan kualitas akses jalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di jalan utama, tetapi juga menyentuh jalan lingkungan dan akses penghubung yang digunakan masyarakat setiap hari.
Capaian pembangunan infrastruktur jalan pada tahun sebelumnya menjadi pijakan bagi Pemkot Bengkulu untuk meningkatkan target pengerjaan pada 2026.
Sepanjang 2025, pemerintah kota telah merealisasikan pengaspalan jalan sepanjang 20 kilometer yang mencakup 78 link jalan. Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses transportasi, meningkatkan kenyamanan berkendara, serta mendukung kelancaran kegiatan ekonomi warga.
Memasuki 2026, target awal pembangunan jalan ditetapkan sepanjang 35 kilometer yang tersebar di 114 link jalan. Namun, seiring berkembangnya kawasan permukiman dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur, cakupan pengerjaan diperluas menjadi 161 link jalan.
Perluasan sasaran ini menunjukkan bahwa kebutuhan pembangunan jalan terus berkembang mengikuti pertumbuhan Kota Bengkulu. Bertambahnya kawasan perumahan turut menuntut pemerintah menyediakan akses yang memadai agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih lancar.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, pemerintah daerah berupaya mempercepat pembangunan untuk menjawab kebutuhan warga yang terus meningkat.
Menurutnya, perkembangan kota yang berlangsung pesat membuat penanganan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di berbagai wilayah.
“Tahun ini kita ada kurang lebih 161 link jalan dan sekarang sedang proses pembangunan di perumahan di tengah kota. Beberapa memang belum tuntas karena kota ini bergeraknya luar biasa, perumahan tumbuh juga luar biasa,” ujar Dedy saat meninjau pekerjaan fisik di lapangan.
Ia juga meminta masyarakat yang jalan di lingkungan perumahannya belum mendapatkan penanganan agar tetap bersabar. Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan pembangunan sesuai tahapan dan kebutuhan yang telah direncanakan.
“Jadi kepada beberapa kompleks perumahan yang belum, sabar. Insya Allah kita akan lanjutkan. Mohon doa masyarakat agar perbaikan jalan di semua perumahan yang ada di Kota Bengkulu bisa cepat terealisasikan,” tambahnya.
Selain pembangunan jalan, Pemkot Bengkulu turut memprioritaskan pembenahan sistem drainase. Infrastruktur saluran air dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air hujan, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Pada 2025, perbaikan drainase telah diselesaikan sepanjang 18.967 meter yang tersebar di 52 titik lokasi. Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk memperluas penanganan saluran air pada tahun berikutnya.
Untuk 2026, target perbaikan drainase ditingkatkan menjadi sepanjang 25 kilometer dengan cakupan 70 titik di berbagai kecamatan di Kota Bengkulu.
Peningkatan tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi potensi genangan dan meminimalkan risiko banjir di kawasan yang membutuhkan penanganan saluran air. Meski demikian, efektivitasnya juga bergantung pada kondisi saluran, kapasitas tampung, pemeliharaan, serta kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Karena itu, pembangunan drainase perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan rutin dan partisipasi warga agar saluran air dapat berfungsi secara optimal.
Dedy Wahyudi menegaskan bahwa penggunaan anggaran daerah diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembangunan jalan dan drainase menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Jalan yang lebih baik diharapkan mempermudah akses menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, serta pusat perdagangan. Sementara itu, drainase yang berfungsi dengan baik dapat membantu meningkatkan kenyamanan lingkungan permukiman.
Dengan target 161 link jalan dan perbaikan drainase sepanjang 25 kilometer pada 2026, Pemkot Bengkulu berupaya memperluas jangkauan pembangunan infrastruktur secara bertahap.
Ke depan, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari panjang jalan yang diaspal atau jumlah saluran yang diperbaiki, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan, pemerataan pembangunan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pemkot Bengkulu pun diharapkan terus menjaga konsistensi pelaksanaan program agar kebutuhan infrastruktur di kawasan perkotaan maupun lingkungan perumahan dapat ditangani secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra