TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya aparatur yang profesional, berintegritas, dan sejahtera. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Peningkatan Kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus Sosialisasi Disiplin dan Kode Etik ASN yang berlangsung di Ruang Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu dibuka langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dan diikuti oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala subbagian, serta menghadirkan perwakilan dari PT Taspen dan BPJS sebagai mitra strategis dalam pelayanan kesejahteraan pegawai.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu, Achrawi, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada ASN terkait berbagai program peningkatan kesejahteraan yang telah disiapkan pemerintah daerah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman pegawai mengenai aturan disiplin dan kode etik yang wajib dijalankan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurut Achrawi, keseimbangan antara hak dan kewajiban ASN menjadi faktor penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan memahami berbagai program kesejahteraan yang tersedia sekaligus semakin memahami pentingnya disiplin dan kode etik sebagai landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sosialisasi tahap pertama diikuti oleh jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Sementara itu, kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan pada 17 hingga 18 Juni 2026 di Gedung Merah Putih dengan sasaran peserta khusus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sementara itu, dalam sambutan dan arahannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kesejahteraan ASN merupakan salah satu fokus utama pemerintah daerah. Namun demikian, peningkatan kesejahteraan harus diiringi dengan tanggung jawab, dedikasi, dan rasa syukur dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Dedy mengungkapkan bahwa saat awal menjabat sebagai wali kota, salah satu aspirasi yang paling sering disampaikan ASN adalah terkait ketepatan waktu pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memenuhi harapan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan aparatur.
“Ketika saya berdialog dengan ASN, harapan terbesar mereka sebenarnya sederhana, yaitu TPP dibayarkan tepat waktu. Meskipun ada penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi, kita patut bersyukur karena TPP Kota Bengkulu masih menjadi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu dan pembayarannya tetap berjalan tepat waktu,” ujar Dedy.
Selain aspek kesejahteraan, Dedy juga menyoroti pentingnya pemahaman ASN terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada sejauh mana setiap pegawai memahami dan menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal.
Menurutnya, ASN harus memiliki kesadaran penuh terhadap pekerjaan yang diemban agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setiap pegawai harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Jika tidak memahami tupoksi dengan baik, maka pekerjaan tidak akan menghasilkan kinerja yang optimal. Karena itu, saya mengajak seluruh ASN bekerja dengan hati, penuh tanggung jawab, dan menjunjung profesionalisme,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga memberikan apresiasi kepada seluruh ASN atas kontribusi mereka dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyebutkan bahwa berbagai capaian positif yang diraih Kota Bengkulu tidak terlepas dari kerja sama seluruh aparatur pemerintahan.
Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu yang mencapai 5,56 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang dijalankan pemerintah daerah telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu yang mencapai 5,56 persen menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang benar menuju kemajuan. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh ASN bersama elemen masyarakat,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Dedy mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjalankan amanah dengan penuh kehati-hatian dan integritas.
Ia berharap semangat kebersamaan dan profesionalisme yang terus dibangun dapat menjadi modal utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, saya berharap seluruh ASN semakin solid, semakin disiplin, dan senantiasa berhati-hati dalam menjalankan amanah. Mari bersama-sama bekerja secara profesional demi mewujudkan Kota Bengkulu yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutup Dedy Wahyudi.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra