TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu terus memaksimalkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu strategi utama untuk memperkuat pembangunan di berbagai sektor. Langkah ini kembali ditekankan dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh pejabat terkait, yang menegaskan bahwa ketaatan masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Ronny, salah satu pejabat Pemerintah Kota Bengkulu, menegaskan bahwa kontribusi PBB sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan kota. Ia mencontohkan bagaimana beberapa daerah, termasuk Kota Medan, telah menunjukkan pengelolaan pajak yang baik sehingga mampu memperluas ruang fiskal untuk meningkatkan fasilitas publik.
“Dengan taat PBB terus melangsungkan pembangunan yang ada di Kota Bengkulu seperti jalan, lampu jalan dan lainnya,” ujar Ronny. Ia menjelaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat secara langsung kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang lebih berkualitas, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga beragam fasilitas penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menerangkan bahwa optimalisasi PAD menjadi agenda penting mengingat kondisi keuangan daerah yang memerlukan penguatan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat, sehingga diperlukan strategi terukur untuk menggali potensi pajak daerah secara maksimal.
“Berbagai upaya kami lakukan untuk meningkatkan PAD, mulai dari memperbaiki sistem pendataan, memperluas jangkauan wajib pajak, hingga memudahkan masyarakat dalam proses pembayaran,” jelas Nurlia. Ia menambahkan bahwa Bapenda terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pajak agar prosesnya menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Sebagai langkah konkret, Bapenda akan mendistribusikan data wajib pajak kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas melakukan pemantauan di lapangan. Para PPPK akan membantu memastikan bahwa data yang masuk sesuai kondisi sebenarnya dan dapat diperbarui secara berkala. Pendekatan ini diharapkan mempercepat validasi data serta mengurangi potensi kebocoran pajak.
Tak hanya itu, Bapenda juga menyiapkan sistem pemantauan digital berbasis website bernama “Si Babe”. Platform ini dirancang untuk memudahkan pelacakan progres pembayaran pajak, memberikan informasi akurat kepada wajib pajak, serta mempermudah pemerintah dalam melakukan evaluasi berkala. Dengan sistem baru ini, masyarakat diharapkan mendapatkan akses informasi yang lebih terbuka dan layanan yang lebih cepat.
Melalui berbagai langkah kolaboratif tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berharap dapat memperkuat penerimaan daerah dan memastikan pembangunan berjalan merata di seluruh wilayah kota. Ronny dan Nurlia menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan akan berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyediaan infrastruktur yang memadai serta layanan publik yang lebih baik.
Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesadaran dalam memenuhi kewajiban pajak daerah. Dengan adanya kemudahan layanan dan pemantauan yang semakin modern, partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan Kota Bengkulu di masa mendatang.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra