TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menyukseskan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu saat menghadiri Rapat Koordinasi Dukungan Proses Verifikasi Calon Penerima BSPS tingkat Provinsi Bengkulu yang digelar di Ruang Rapat Merah Putih, Lantai 2 Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (3/3/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memastikan proses verifikasi berjalan akurat dan sesuai regulasi. Program BSPS sendiri merupakan skema bantuan pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas hunian mereka menjadi lebih layak dan sehat melalui pola swadaya.
Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Sekda Kota Bengkulu menekankan bahwa ketepatan data menjadi kunci utama keberhasilan program. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu telah melakukan pendataan awal secara menyeluruh di 11 kelurahan yang menjadi sasaran. Dari hasil inventarisasi tersebut, tercatat sebanyak 121 calon penerima manfaat yang telah masuk dalam daftar usulan dan siap mengikuti tahapan verifikasi lebih lanjut.
Tak hanya itu, Pemkot Bengkulu juga menambahkan sebanyak 77 calon penerima lainnya di luar daftar awal sebagai kuota tambahan. Data tersebut telah dihimpun melalui koordinasi intensif antara pihak kecamatan, kelurahan, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu. Langkah ini dilakukan agar calon penerima yang benar-benar memenuhi kriteria dapat masuk dalam tahap pertama penyaluran BSPS tahun 2026.
Menurutnya, proses verifikasi dan validasi harus dilakukan secara cermat dan transparan agar bantuan tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal setiap tahapan, mulai dari pendataan, verifikasi administrasi, hingga survei lapangan. Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat segera merasakan manfaat program tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu dalam arahannya menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026, Provinsi Bengkulu memperoleh alokasi sebanyak 3.000 unit bantuan rumah melalui program BSPS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.172 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan awal.
Ia mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu untuk segera menyampaikan usulan ulang apabila masih terdapat data masyarakat yang layak namun belum terakomodasi. Upaya percepatan ini dinilai penting agar target pembangunan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat dapat tercapai sesuai rencana.
Lebih lanjut, Sekda Provinsi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut, keberhasilan BSPS tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun atau diperbaiki, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup warga.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh para Sekda kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, Asisten Pemerintahan Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Perkim Provinsi dan Kota Bengkulu beserta jajaran, serta sejumlah undangan terkait lainnya. Suasana rapat berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dan diskusi teknis mengenai mekanisme verifikasi, kelengkapan dokumen, hingga kesiapan lapangan.
Melalui rakor ini, diharapkan seluruh daerah memiliki pemahaman yang sama terkait prosedur dan persyaratan penerima BSPS. Pemerintah Kota Bengkulu sendiri optimistis dengan koordinasi yang solid dan pendataan yang akurat, program bantuan ini dapat berjalan efektif, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Program BSPS menjadi salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan rumah tidak layak huni. Dengan kerja sama yang terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, diharapkan target pengentasan rumah tidak layak huni di Bengkulu dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra