TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kota Bengkulu bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan ruang publik yang mengedepankan gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing merancang agenda rutin Car Free Day (CFD) dan Car Free Night yang akan digelar di kawasan pusat kota, tepatnya di Belungguk Point.
Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa konsep CFD kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika selama ini kegiatan serupa identik dengan kawasan pantai, maka Pemkot Bengkulu memilih memusatkan aktivitas tersebut di jantung kota. Kawasan yang akan digunakan membentang dari Simpang Lima hingga Simpang Skip dan akan menjadi ikon baru bernama Belungguk Point.
“Car free day-nya bukan di pantai, tetapi di tengah kota. Mulai dari Simpang Lima sampai Simpang Skip. Kawasan ini kita beri nama Belungguk Point,” ujar Dedy Wahyudi saat memberikan keterangan, Senin (15/12).
Tidak hanya digelar pada Minggu pagi, Pemkot Bengkulu juga merencanakan inovasi baru berupa Car Free Day Night atau malam bebas kendaraan bermotor. Agenda ganda ini dirancang untuk memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat dalam beraktivitas, berolahraga, sekaligus bersosialisasi bersama keluarga dan komunitas.
Menurut Dedy, keberadaan CFD dan Car Free Night bukan sekadar ajang rekreasi, tetapi bagian dari upaya membudayakan pola hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan. Dengan menutup akses kendaraan pada waktu tertentu, warga didorong untuk berjalan kaki, bersepeda, maupun melakukan aktivitas olahraga ringan lainnya.
Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Pemkot Bengkulu membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk berpartisipasi dan meramaikan kawasan Belungguk Point. Produk kuliner, kerajinan, hingga ekonomi kreatif diharapkan dapat tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
“Ketika malam ada car free night dan Minggu pagi ada car free day, harapan kita UMKM bisa tumbuh dan kota terlihat lebih hidup serta semarak,” tambah Dedy.
Antusiasme masyarakat Bengkulu terhadap kegiatan olahraga dan ruang publik dinilai cukup tinggi. Hal ini menjadi modal utama bagi Pemkot untuk menjadikan CFD rutin sebagai magnet baru yang tidak hanya dinikmati warga lokal, tetapi juga berpotensi menarik pengunjung dari daerah sekitar.
Saat ini, kawasan Belungguk Point masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan penataan. Pemkot Bengkulu terus menggesa pengerjaan infrastruktur pendukung agar kawasan tersebut siap digunakan secara optimal. Wali Kota pun meminta doa serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar.
Dengan hadirnya CFD dan Car Free Night di Belungguk Point, Kota Bengkulu diharapkan bertransformasi menjadi kota yang lebih sehat, ramah bagi pejalan kaki, aktif secara sosial, serta dinamis secara ekonomi.
“Nantikan tanggal mainnya. Kita ingin menghadirkan ruang publik yang benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu,” pungkas Dedy Wahyudi.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra