TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang pasar tradisional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menggelar Apel Gabungan di kawasan Pasar Panorama, Kamis pagi (12/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota.
Apel gabungan tersebut berlangsung di tengah aktivitas pasar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu, antara lain Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Staf Ahli, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala BPKAD, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kominfo, Camat Ratu Samban, UPTD Pasar, para lurah setempat, serta ratusan ASN.
Yang menarik, apel kali ini tidak hanya diikuti oleh aparatur sipil negara, namun juga melibatkan langsung para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang sehari-hari beraktivitas di Pasar Panorama. Hal ini menjadi simbol bahwa pemerintah ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kecil.
Dalam arahannya, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pelaksanaan apel di area pasar merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi pasar tradisional. Menurutnya, Pasar Panorama merupakan salah satu pusat perekonomian rakyat yang harus ditata secara serius agar tetap menjadi ruang yang nyaman, bersih, dan tertib.
“Apel hari ini berbeda dari biasanya, karena kita melibatkan langsung para pedagang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah kota benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di balik meja,” ujar Dedy Wahyudi.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini bukan untuk membatasi aktivitas pedagang, melainkan menata agar pasar menjadi lebih rapi dan aman, baik bagi penjual maupun pembeli. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar sekaligus mendongkrak omzet para pedagang.
Dedy juga menegaskan larangan berjualan di badan jalan yang kerap menyebabkan kemacetan dan mengganggu kenyamanan. Ia meminta Satpol PP agar bertindak tegas namun tetap humanis terhadap pedagang yang masih melanggar aturan.
“Kami tidak pernah berniat melarang masyarakat mencari nafkah. Yang kami lakukan hanya menata, supaya pasar kita tertib dan pembeli merasa nyaman. Kalau pasarnya nyaman, tentu pembeli akan lebih banyak datang,” jelasnya.
Selain itu, Walikota juga menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu agar berbelanja di dalam area pasar, bukan di luar atau di pinggir jalan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi di dalam pasar sekaligus memberi contoh kepada masyarakat.
“Kita apel di sini sekaligus memastikan ASN mendukung pasar rakyat. Jangan ada yang membeli di luar pasar. Kalau ada yang melanggar, silakan laporkan,” tegas Dedy.
Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu menambahkan bahwa penataan Pasar Panorama akan dilakukan secara bertahap, melibatkan berbagai dinas terkait, mulai dari kebersihan, pengaturan lalu lintas, hingga penataan lapak pedagang. Pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pedagang dapat berjualan dengan lebih layak.
Para pedagang yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap pemerintah benar-benar konsisten dalam menata pasar tanpa merugikan pedagang kecil. Dengan adanya dialog langsung, para pedagang merasa lebih diperhatikan dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi.
Melalui apel gabungan ini, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menjadikan Pasar Panorama sebagai pasar tradisional yang modern, tertib, dan ramah bagi semua pihak. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Pewarta: Amg
Editing : Adi Saputra