TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Meski sempat diwarnai aksi vandalisme berupa pembuangan kursi pedagang ke Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan bahwa penataan kawasan wisata DDTS akan terus berlanjut.
Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, angkat bicara mengenai dinamika yang terjadi di kawasan wisata tersebut. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa program penataan DDTS merupakan bagian dari upaya serius Pemkot untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi unggulan, yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Penataan kawasan DDTS tidak akan berhenti. Ini adalah bagian dari visi besar kami untuk membangun sektor pariwisata yang lebih kuat dan profesional,” tegas Dedy.
Terkait insiden pembuangan kursi milik pedagang yang sempat viral di media sosial, Dedy menyatakan keprihatinannya. Hingga saat ini, pelaku masih belum diketahui. Ia menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai merusak upaya kolektif dalam memperbaiki wajah pariwisata kota.
Selain itu, Dedy juga menanggapi beredarnya isu-isu yang menyudutkannya secara pribadi. Ia mengungkapkan bahwa dirinya difitnah dalam proses penataan DDTS. Namun, dengan jiwa besar, ia memilih untuk tidak membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
“Saya tahu siapa yang menyebar fitnah, tapi saya memutuskan untuk memaafkan. Yang penting, pekerjaan harus jalan terus. DDTS harus jadi ikon wisata kebanggaan kita,” ujarnya.
Menurutnya, DDTS memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus membenahi sarana dan prasarana, serta memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung.
“Penataan ini bukan sekadar mempercantik kawasan, tapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan wisata dan menciptakan peluang usaha bagi warga sekitar,” jelasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung proses penataan ini. Ia berharap tidak ada lagi pihak yang menyebarkan informasi keliru atau melakukan tindakan yang menghambat pembangunan.
“Kita semua ingin Bengkulu maju. Untuk itu, mari kita jaga dan rawat bersama DDTS sebagai aset wisata penting bagi kota ini,” tutup Dedy.
Dengan semangat kolaboratif, Pemkot Bengkulu berkomitmen menjadikan DDTS sebagai magnet wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pewarta: Amg
Editing : Adi Saputra