Skip to main content

Pemkot Bengkulu Wajibkan ASN Kenakan Kbek Palak Setiap Kamis, Langkah Nyata Lestarikan Warisan Budaya Daerah

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama jajaran ASN mengenakan Kbek Palak dan batik Besurek saat menjalankan aktivitas pemerintahan sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya khas Bengkulu setiap hari Kamis.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam menjaga eksistensi budaya daerah melalui berbagai kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari aparatur pemerintah. Salah satu langkah nyata yang kini mulai diterapkan adalah kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) laki-laki di lingkungan Pemkot Bengkulu untuk mengenakan Kbek Palak, ikat kepala tradisional khas Bengkulu, setiap hari Kamis.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Aturan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali identitas budaya lokal yang selama ini mulai jarang digunakan di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya modern.

Kbek Palak merupakan penutup kepala tradisional yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Bengkulu. Dahulu, atribut ini identik dengan para bangsawan, tokoh adat, dan pemimpin masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaannya semakin berkurang hingga nyaris tidak lagi terlihat dalam aktivitas sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menggagas kebijakan penggunaan Kbek Palak sebagai simbol kebanggaan terhadap budaya daerah sekaligus bentuk penghormatan kepada warisan leluhur.

Menurut Dedy, pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan pemerintahan. Aparatur negara dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan contoh kepada masyarakat agar semakin mencintai tradisi daerah.

"Kbek Palak ini bukan sekadar aksesoris, melainkan identitas dan kehormatan budaya kita warga Bengkulu. Hari ini, saya mengajak seluruh jajaran Pemkot Bengkulu untuk memakainya dengan bangga. Kita harus menjadi garda terdepan dalam merawat warisan leluhur agar tidak punah tergerus zaman," ujar Dedy Wahyudi.

Ia menambahkan bahwa dirinya secara konsisten mengenakan Kbek Palak yang dipadukan dengan batik Besurek dalam berbagai agenda resmi maupun kegiatan pemerintahan, terutama setiap hari Kamis.

"Saya sengaja selalu memakai Kbek Palak dan batik Besurek di berbagai kesempatan. Ini adalah cara sederhana tetapi bermakna untuk menjaga budaya Bengkulu tetap hidup. Harapannya, masyarakat juga semakin mencintai adat dan tradisi yang menjadi identitas daerah," tambahnya.

Kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan mempertahankan nilai-nilai budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kebutuhan Kbek Palak dan batik Besurek yang meningkat diyakini mampu membuka peluang usaha bagi para pengrajin lokal, sekaligus memperkuat sektor industri kreatif di Kota Bengkulu.

Dengan semakin banyaknya ASN yang menggunakan atribut tradisional tersebut, permintaan terhadap hasil kerajinan tangan masyarakat diperkirakan akan terus meningkat. Kondisi ini diharapkan mampu mendorong berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi kain dan perlengkapan adat.

Pantauan pada Kamis (23/7/2026), suasana di berbagai kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bengkulu tampak berbeda. Para pegawai terlihat kompak mengenakan Kbek Palak yang dipadukan dengan batik Besurek saat menjalankan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemandangan tersebut menjadi simbol semangat baru dalam membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian budaya bukan hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, melainkan juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme para ASN terhadap kebijakan ini juga menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah mendapat respons positif. Selain menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, penggunaan Kbek Palak turut memperkuat citra Kota Bengkulu sebagai daerah yang tetap menjaga akar tradisinya di tengah perkembangan modern.

Pemkot Bengkulu berharap kebijakan tersebut tidak berhenti di lingkungan pemerintahan saja. Ke depan, masyarakat luas, kalangan pelajar, komunitas budaya, hingga generasi muda diharapkan ikut mengenal, menggunakan, dan melestarikan Kbek Palak sebagai bagian dari identitas daerah.

Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Kbek Palak diharapkan kembali menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bengkulu sekaligus menjadi warisan budaya yang tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra