Skip to main content

Pemprov Bengkulu dan BP2MI Buka Peluang Kerja Luar Negeri bagi Lulusan SMA/SMK

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menandatangani MoU dengan perwakilan BP2MI di Balai Raya Semarak Bengkulu, menandai pembukaan kantor perwakilan BP2MI di Bengkulu.Rabu(4/9)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah mengambil langkah signifikan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kerja sama ini bertujuan untuk membuka peluang kerja di luar negeri bagi lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Bengkulu melalui jalur resmi yang dikelola oleh pemerintah.

Program ini tidak hanya memfasilitasi akses ke pasar kerja global, tetapi juga memastikan keamanan dan kesejahteraan para pekerja migran. Salah satu langkah konkret dari kerja sama ini adalah pembukaan kantor perwakilan BP2MI di Bengkulu, yang mulai beroperasi pada 1 September 2024. Pembukaan kantor tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Bengkulu dan pemerintah kabupaten/kota di Balai Raya Semarak Bengkulu pada 2 September 2024.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyatakan bahwa pembukaan sekretariat BP2MI di Bengkulu merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Dengan adanya kantor ini, masyarakat Bengkulu tidak perlu lagi keluar dari provinsi untuk mengurus berbagai keperluan terkait pengiriman tenaga kerja, termasuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. "Kami mengajak para lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Bengkulu untuk memanfaatkan peluang ini. Kerja sama dengan BP2MI juga mencakup persiapan terkait persyaratan bekerja di luar negeri, seperti pelatihan bahasa asing," ungkap Gubernur Rohidin.

Sementara itu, Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi, menjelaskan bahwa BP2MI telah menyiapkan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Bengkulu untuk memudahkan akses informasi bagi calon pekerja migran. "Kami bersyukur Gubernur Bengkulu telah memfasilitasi pembentukan LTSA ini, yang akan menjadi cikal bakal kantor BP2MI di Bengkulu," katanya. Rinardi juga menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas LTSA di Bengkulu, diharapkan minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri akan meningkat. Terlebih lagi, ada peluang besar di beberapa negara, seperti Jerman, di mana pekerja migran dengan keterampilan yang diperlukan bisa mendapatkan gaji yang tinggi dan kesempatan pendidikan gratis.

Sebagai contoh, pekerja migran di sektor kesehatan, seperti perawat, bisa mendapatkan gaji hingga 60 juta rupiah per bulan di Jerman. Namun, tentunya, mereka harus memenuhi persyaratan, termasuk kemampuan bahasa dan kompetensi yang relevan. Selain Jerman, BP2MI juga memfasilitasi program kerja ke luar negeri di tiga negara lainnya, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan Arab Saudi, khusus untuk tenaga kesehatan. Pemerintah juga berencana memperluas skema kerja ini ke 19 negara lainnya di masa mendatang.

Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen Pemprov Bengkulu dalam membuka peluang kerja internasional bagi warganya, serta memastikan bahwa para pekerja migran dapat bekerja dengan aman dan sejahtera melalui jalur yang telah disiapkan secara resmi.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra