Skip to main content

Pemprov Bengkulu dan OJK Genjot Literasi Keuangan Syariah bagi ASN

Pemprov Bengkulu dan OJK Genjot Literasi Keuangan Syariah bagi ASN

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat pemahaman aparatur negara terhadap pengelolaan keuangan berbasis syariah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah yang digelar bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bengkulu di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (25/2).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Zahirman Aidi, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Acara tersebut diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bengkulu.

Dalam sambutannya, Zahirman menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik. Menurutnya, ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan pribadi secara cerdas dan terencana.

“Pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan, khususnya berbasis syariah, menjadi kebutuhan penting saat ini. Dengan literasi yang baik, ASN dapat mengambil keputusan finansial yang tepat dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak agar tingkat pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan semakin meningkat.

Menurut Zahirman, penguatan literasi keuangan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan kesejahteraan. ASN yang mampu mengelola pendapatan dengan baik akan lebih stabil secara ekonomi dan dapat menjadi contoh di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menyampaikan bahwa pengembangan sektor keuangan syariah menjadi salah satu fokus utama OJK. Ia menilai potensi ekonomi syariah di Bengkulu cukup besar dan perlu didukung dengan pemahaman yang memadai.

“OJK memiliki tanggung jawab memastikan sektor jasa keuangan, termasuk keuangan syariah, tumbuh secara sehat, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” jelas Ayu.

Ia menambahkan, literasi yang rendah sering kali menjadi celah munculnya berbagai tindak kejahatan finansial, seperti investasi bodong maupun pinjaman online ilegal. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan, terutama bagi ASN yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam TPAKD. Melalui forum ini, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal semakin terbuka, termasuk produk-produk syariah yang sesuai dengan prinsip keadilan dan transparansi.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai prinsip dasar keuangan syariah, perbedaan dengan sistem konvensional, serta ragam produk seperti tabungan, pembiayaan, hingga investasi berbasis syariah. Narasumber juga memberikan tips praktis mengelola keuangan keluarga, menyusun anggaran, serta pentingnya perencanaan dana darurat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait mekanisme pembiayaan syariah dan keamanan produk perbankan. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan gambaran nyata mengenai peluang serta tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula penyerahan simbolis produk tabungan haji dan umrah dari Bank Syariah Indonesia serta Bank Fadhilah kepada perwakilan ASN. Penyerahan tersebut menjadi simbol komitmen lembaga perbankan dalam mendukung perencanaan ibadah masyarakat melalui layanan keuangan syariah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber sebagai bentuk kebersamaan serta komitmen bersama dalam meningkatkan literasi keuangan di Provinsi Bengkulu.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap ASN tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga agen literasi yang mampu menyebarkan pemahaman keuangan yang sehat di lingkungan kerja dan masyarakat. Dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, diharapkan stabilitas ekonomi daerah semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra