TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mempersiapkan secara matang pelaksanaan rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan dalam Festival Tabut 2026. Salah satu agenda utama yang akan digelar adalah Doa Selamat, Makan Behidang, Santunan Anak Yatim, serta prosesi penyematan gelar adat kepada Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan lembaga terkait di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Umum, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Musyawarah Adat, serta Kerukunan Tabut Budaya. Seluruh pihak yang terlibat membahas berbagai aspek teknis guna menyukseskan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, di Balai Raya Semarak Bengkulu.
Dalam arahannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut bukan hanya sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam karena mengandung nilai spiritual, budaya, dan sosial yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Bengkulu selama bertahun-tahun.
Ia menjelaskan bahwa tradisi Doa Selamat dan Makan Behidang merupakan simbol rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat. Selain itu, pemberian santunan kepada anak yatim menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Festival Tabut tidak hanya berbicara tentang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Herwan dalam rapat tersebut.
Berbagai persiapan teknis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan itu. Mulai dari kesiapan lokasi acara, pengaturan tata ruang, penyusunan rangkaian kegiatan, konsumsi peserta, distribusi undangan, hingga mekanisme penyaluran santunan kepada anak yatim dibahas secara detail.
Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat untuk bekerja secara optimal sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Koordinasi yang solid antarinstansi dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara yang diperkirakan akan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta tamu undangan dari luar daerah.
Selain kegiatan doa bersama dan santunan sosial, prosesi penyematan gelar adat kepada Panglima Kopassus juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus. Pemberian gelar adat tersebut merupakan bentuk penghormatan masyarakat Bengkulu terhadap tokoh nasional yang dinilai memiliki kontribusi serta kedekatan dengan daerah dan budaya lokal.
Festival Tabut sendiri merupakan salah satu warisan budaya paling berharga yang dimiliki Provinsi Bengkulu. Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini setiap tahun menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, Festival Tabut juga berfungsi sebagai sarana promosi pariwisata daerah yang mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung selama pelaksanaan festival memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, pedagang kuliner, perajin suvenir, hingga sektor jasa lainnya.
Melalui persiapan yang matang dan dukungan seluruh pihak, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pelaksanaan Festival Tabut 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses. Lebih dari itu, festival ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan religiusitas di tengah masyarakat.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, Festival Tabut 2026 diproyeksikan kembali menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna bagi masyarakat dan generasi penerus.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra