TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar agar memperoleh pelayanan kesehatan dan dukungan sosial yang layak. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tersebut mendapatkan perawatan sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanggulangan ODGJ terlantar yang berlangsung di Ruang Rapat Direktur Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, Senin (12/10/2026).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, turut mengikuti pertemuan tersebut. Rapat ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membahas langkah penanganan yang lebih terarah, terutama bagi ODGJ yang berada dalam kondisi terlantar dan membutuhkan bantuan berkelanjutan.
Dalam pembahasan tersebut, penanganan ODGJ terlantar menjadi perhatian penting karena persoalannya tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pengobatan, tetapi juga menyangkut pendampingan serta dukungan sosial setelah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Khairil Anwar menekankan bahwa diperlukan langkah konkret untuk memastikan setiap ODGJ terlantar mendapatkan penanganan yang tepat. Menurutnya, solusi yang disiapkan harus mempertimbangkan kondisi masing-masing individu sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Penanganan ODGJ terlantar harus segera dicarikan solusi yang tepat, sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan maksimal dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Khairil.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam menangani persoalan ODGJ terlantar. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan proses penanganan dapat berjalan lebih efektif dan tidak berhenti hanya pada pelayanan medis.
Selain itu, diperlukan kejelasan peran setiap pihak agar kebutuhan pasien dapat ditangani secara berkesinambungan. Pelayanan kesehatan jiwa perlu berjalan seiring dengan dukungan sosial, terutama bagi individu yang tidak memiliki pendamping atau menghadapi kesulitan untuk mengakses layanan yang dibutuhkan.
Direktur RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, dr. Herry Permana, menyampaikan bahwa penanganan ODGJ terlantar membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, masyarakat dengan gangguan kesehatan jiwa tetap berhak memperoleh pelayanan dan perlakuan yang layak.
Ia menegaskan bahwa pendekatan kemanusiaan harus menjadi dasar dalam memberikan pelayanan kepada setiap pasien, termasuk mereka yang berada dalam kondisi terlantar.
“Kami di RSKJ harus membantu masyarakat. Kita harus memanusiakan manusia dengan sebaik-baiknya,” kata Herry.
Pesan tersebut menekankan bahwa pelayanan kesehatan jiwa tidak semata-mata berfokus pada tindakan medis. Sikap menghormati martabat pasien, memberikan perhatian yang layak, serta memahami kebutuhan mereka juga merupakan bagian penting dari proses penanganan.
Sebagai fasilitas kesehatan yang memiliki fungsi khusus di bidang kesehatan jiwa, RSKJ Soeprapto berperan dalam memberikan pelayanan sesuai kewenangannya. Namun, persoalan ODGJ terlantar dapat membutuhkan keterlibatan pihak lain, khususnya ketika pasien memerlukan dukungan sosial dan tindak lanjut di luar fasilitas kesehatan.
Karena itu, koordinasi antara unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan terkait dinilai penting untuk membangun sistem penanganan yang lebih terpadu.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap terbangun kesepahaman mengenai langkah penanganan ODGJ terlantar, baik dalam aspek pelayanan kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan sosial.
Sinergi lintas sektor diperlukan agar setiap persoalan dapat ditangani berdasarkan kondisi di lapangan. Penanganan yang terkoordinasi juga diharapkan membantu memastikan pasien memperoleh pelayanan yang sesuai tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan martabat manusia.
Ke depan, upaya penanggulangan ODGJ terlantar memerlukan komitmen bersama serta tindak lanjut yang jelas dari pihak-pihak terkait. Dukungan keluarga, lingkungan sosial, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan penanganan yang lebih menyeluruh.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menempatkan kepedulian dan pendekatan humanis sebagai hal penting dalam pembahasan ini. Harapannya, ODGJ terlantar tidak hanya memperoleh perawatan yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak dengan dukungan yang sesuai.
Penanganan yang baik pada akhirnya bukan hanya menyelesaikan persoalan administratif atau pelayanan medis, melainkan juga memastikan bahwa setiap warga tetap memperoleh perhatian, perlindungan, dan penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaannya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra