Skip to main content

Penataan Pantai Panjang Dipercepat, Pemkot Bengkulu Sulap Kawasan Wisata Jadi Sentra UMKM Modern

Tim penataan Pantai Panjang Kota Bengkulu meninjau kawasan seberang Hotel Raffles/Merah Putih yang akan dibangun gazebo dan lapak UMKM melalui dukungan dana CSR perbankan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat penataan kawasan wisata Pantai Panjang sebagai upaya memperkuat daya tarik destinasi sekaligus menciptakan pusat ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil. Fokus penataan kali ini berada di area seberang Hotel Raffles/Merah Putih yang selama ini dipenuhi pondok-pondok pedagang dengan tata ruang yang dinilai belum tertib.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan perbankan dan organisasi perangkat daerah. Pemerintah menggandeng Bank Indonesia (BI), Bank Bengkulu, hingga Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu dalam pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pembangunan fasilitas penunjang wisata.

Ketua Tim Penataan Pantai Panjang yang juga Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi Alnur, mengatakan penataan dilakukan bukan untuk menggusur pedagang, melainkan menciptakan kawasan pantai yang lebih tertata, aman, nyaman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sehmi, selama bertahun-tahun kawasan tersebut berkembang tanpa pola penataan yang jelas. Pondok-pondok pedagang berdiri padat di sepanjang bibir pantai tanpa konsep estetika yang mendukung wajah pariwisata daerah.

“Selama ini kawasan pantai dipenuhi pondok pedagang dan belum ada penataan yang maksimal. Sekarang pemerintah mulai menata dengan memanfaatkan dukungan CSR untuk pembangunan gazebo dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Sehmi.

Ia menjelaskan, pihak Bank Bengkulu bahkan telah melakukan survei lapangan sebagai langkah awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemerintah menargetkan pengerjaan dapat berjalan dalam waktu dekat agar kawasan wisata segera berubah menjadi lebih representatif.

Dalam konsep baru tersebut, pemerintah menyiapkan gazebo permanen yang akan dibangun di sisi jogging track Pantai Panjang. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan lingkungan dan kondisi geografis kawasan.

Sehmi menerangkan, area di sekitar jogging track memiliki kontur tanah yang tidak seluruhnya datar. Sejumlah titik bahkan cukup miring sehingga membutuhkan ruang tambahan agar tidak terjadi longsor saat proses pembangunan berlangsung.

“Jogging track memiliki ruang sekitar lima meter untuk jalur pejalan kaki dan lima meter lagi untuk area gazebo. Namun karena ada beberapa titik tanah miring, maka ruang penataannya diperlebar hingga sekitar 12 meter supaya lebih aman,” jelasnya.

Selain fokus pada infrastruktur wisata, Pemkot Bengkulu juga memastikan keberlangsungan usaha para pedagang lokal tetap terjaga. Pedagang yang saat ini menempati kawasan tersebut dipastikan masih diperbolehkan berjualan seperti biasa.

Namun demikian, pola penempatan lapak dan dapur akan diatur ulang agar lebih rapi dan higienis. Area memasak nantinya dibuat berbaris sesuai kelompok pedagang sehingga tidak mengganggu pemandangan pantai maupun kenyamanan pengunjung.

Pemerintah telah menyiapkan sedikitnya 10 slot lapak berukuran 5 x 10 meter. Saat ini jumlah pedagang aktif tercatat sekitar tujuh orang sehingga masih tersedia ruang tambahan untuk pengembangan komunitas usaha baru.

“Kita siapkan 10 tempat supaya pedagang memiliki kelompok usaha yang tertata. Dengan begitu pembinaan juga lebih mudah dilakukan,” terang Sehmi.

Konsep penataan tersebut juga menerapkan sistem swadaya bagi para pelaku usaha. Pemerintah tidak membangun langsung lapak dagang milik pedagang, tetapi menyediakan desain dan standar bangunan yang wajib diikuti agar seluruh kawasan memiliki tampilan seragam dan menarik.

Melalui sistem tersebut, pedagang tetap memiliki kemandirian dalam membangun tempat usaha mereka, sementara pemerintah berperan menjaga kesesuaian desain dengan konsep wisata modern yang sedang dikembangkan.

Penataan Pantai Panjang ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru pariwisata Kota Bengkulu. Kawasan pantai yang sebelumnya terkesan semrawut ditargetkan berubah menjadi destinasi wisata unggulan dengan fasilitas lebih tertata, ramah pengunjung, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga produktif secara ekonomi. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, Pantai Panjang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan pedagang lokal.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra