Skip to main content

Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kini Berkembang Pesat dengan Dukungan Penuh Pemerintah Kabupaten

Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, menghadiri upacara peresmian Pelabar Pencak Silat Seterlat Rejang Pat Petulai di Desa Suban Ayam, Selupu Rejang.Sabtu (20/1)(ft : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, menghadiri upacara peresmian Pelabar Pencak Silat Seterlat Rejang Pat Petulai di Desa Suban Ayam, Selupu Rejang. Acara berlangsung meriah dengan disambut tari persembahan yang menggambarkan kegembiraan dan kebanggaan masyarakat setempat. Pukul 21.00 WIB pada Jumat, 19 Januari, menjadi momen bersejarah di mana pelabar ini secara resmi diresmikan.

Bupati Syamsul Effendi secara simbolis menyerahkan sertifikat izin pendirian pelabar kepada Fatahul Arifin, guru silat Pelabar Suban Ayam. Acara tersebut turut disaksikan oleh berbagai tokoh dan pejabat, termasuk Kadis Dikbud, Rezza Pahlevie, SH, MM, Staf Ahli Bupati, Ir. Amrul Eby, MSi, Camat Selupu Rejang, Meilinda, Ketua KNPI, Sintara Putri Umaro, Varahdiba, dan Ketua Pencak Silat Pat Petulai, Aminudin. Selain itu, 8 guru dan anggota dari 8 pelabar juga ikut hadir dalam peresmian tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Syamsul Effendi mengungkapkan kegembiraannya atas perkembangan budaya di Rejang Lebong yang semakin berkembang. Beragam etnis seperti Jawa, Sunda, Batak, Serawai, Minang, dan Rejang dapat bersatu karena adanya norma-norma yang mengikat. Beliau menekankan bahwa Pencak Silat bukan hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai bentuk latihan jasmani dan rohani, menciptakan pribadi yang sehat, tangguh, dan trangginas.

"Budaya Rejang Lebong saat ini telah tumbuh berkembang dengan dilatarbelakangi beragam etnis. Ada Jawa, Sunda, Batak, Serawai, Minang, serta Rejang. Kenapa beragam etnis ini bisa bersatu? Karena ada norma –norma yang mengikatnya,’’ kata bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa belajar Pencak Silat bukan semata-mata untuk kegagahan fisik, melainkan untuk melatih kesabaran. Emosionalitas yang terkendali merupakan kunci keberhasilan dalam seni bela diri ini. Bupati juga mengundang masyarakat yang ingin mencoba Pencak Silat untuk mengambil langkah dan menanggung risikonya.

Sebelum peresmian, Aminudin, Ketua Pencak Silat Rejang Pat Petulai, menyampaikan harapannya. Dengan diresmikannya Pelabar Seterlat Suban Ayam, Pencak Silat di daerah tersebut diharapkan semakin berkembang. Saat ini, sudah ada 8 pelabar yang aktif dalam mengembangkan dan melestarikan seni bela diri. Pelabar tersebut mencakup berbagai desa dan membentuk Pencak Silat Rejang Pat Petulai yang menjadi wadah bagi pesilat dari berbagai usia.

Aminudin juga menyampaikan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam mengembangkan pelabar. Tanpa bantuan dan dukungan, pelabar akan sulit berkembang. Sebagai contoh, bulan ini, mereka menerima bantuan alat musik gong kelintang dari Pemprov Bengkulu untuk mendukung latihan di Sanggar Benuang Saksi. Ini adalah langkah konkret yang diambil untuk mendukung pengembangan seni bela diri di daerah tersebut.

Kades Suban Ayam, H. Bahri, menambahkan bahwa Desa Suban Ayam telah aktif menjaga, merawat, dan melestarikan seni tradisi. Selain Pencak Silat Seterlat, mereka juga melestarikan seni tari, hadroh, dan kuda kepang. Bahri mengungkapkan bahwa di Suban Ayam terdapat 4 grup kuda kepang yang aktif, serta sanggar tari dan hadroh.

Sebagai bagian dari perayaan, malam itu juga diselenggarakan atraksi tarung yang melibatkan pesilat dari 8 pelabar. Mulai dari pesilat anak-anak, remaja, hingga dewasa, termasuk pesilat putri. Atraksi ini menjadi penutup yang menarik dalam peresmian Pelabar Pencak Silat Seterlat Rejang Pat Petulai, menunjukkan semangat dan keahlian pesilat dari berbagai usia. Dengan peresmian ini, diharapkan Pencak Silat terus berkembang dan menjadi bagian integral dari warisan budaya yang dilestarikan di Rejang Lebong.
Pewarta : Giunawan 
Editing : Adi Saputra