Skip to main content

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Bengkulu: Gubernur Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Bengkulu: Gubernur Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah.Selasa(17/9)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>>   Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Bengkulu menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh lapisan masyarakat. Acara yang berlangsung di Masjid Jamik Kota Bengkulu pada Senin, 16 September 2024, tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan perbedaan pandangan yang sering kali memicu perpecahan. Menurutnya, meneladani Rasulullah bukan hanya sebatas dalam ritual ibadah, tetapi juga dalam perilaku, sikap, dan cara berinteraksi dalam berbagai aspek kehidupan.

"Maulid Nabi bukan hanya tentang peringatan semata, tetapi juga bagaimana kita benar-benar mencintai dan meneladani sifat-sifat Rasulullah. Di tengah situasi saat ini, di mana perbedaan pandangan kerap digunakan untuk memecah belah umat, kita harus kembali kepada ajaran beliau agar tetap bersatu dan kuat," ujar Rohidin di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Lebih lanjut, Rohidin menekankan bahwa keteladanan Rasulullah harus diterapkan tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam bidang pendidikan, politik, kepemimpinan, dan bisnis. Menurutnya, sifat-sifat luhur Rasulullah dapat menjadi pedoman dalam mengatasi berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat saat ini.

"Dalam dunia politik, kita perlu meneladani kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah—jujur, adil, dan mengutamakan kepentingan umat di atas segalanya. Begitu pula dalam bisnis, kita harus mengedepankan etika dan integritas yang tinggi. Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Bengkulu agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya, karena hal tersebut dapat memicu perpecahan," tegasnya.

Acara peringatan Maulid Nabi ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara masyarakat. Ketua Majelis Remaja Masjid Raya Baitul Izzah (MRBI) Bengkulu, Dani Hamdani, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam memakmurkan masjid serta menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi di antara kita. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang dapat memperkuat rasa persaudaraan. Sebagai pimpinan Masjid Raya Baitul Izzah, saya sangat mendukung kegiatan ini, apalagi Masjid Jamik memiliki nilai sejarah yang besar bagi masyarakat Bengkulu," ujar Dani Hamdani.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jamik Kota Bengkulu tahun ini juga dihadiri oleh ratusan warga, termasuk masyarakat dari daerah Tengah Padang yang antusias berpartisipasi. Mereka turut serta dalam rangkaian acara yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan kebudayaan.

Sebagai bagian dari tradisi perayaan, sebanyak 18 hidangan nasi panggang ayam khas Bengkulu disajikan kepada para peserta. Hidangan ini merupakan salah satu ciri khas kuliner lokal yang selalu hadir dalam perayaan Maulid Nabi di Bengkulu. Hidangan tersebut tidak hanya dinikmati sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bengkulu.

Acara peringatan Maulid Nabi di Masjid Jamik Kota Bengkulu tahun ini berjalan lancar dan khidmat. Selain diisi dengan tausiyah keagamaan, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai acara seni islami, seperti pembacaan sholawat dan lantunan qasidah yang semakin memperkuat nuansa religius. Bagi masyarakat Bengkulu, peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga momentum untuk merenungkan kembali ajaran Rasulullah SAW serta mengokohkan persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam.

Dengan semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah, diharapkan masyarakat Bengkulu dapat terus menjaga keharmonisan, kebersamaan, dan kerukunan di antara sesama, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dengan lebih bijaksana dan penuh rasa persaudaraan.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra