Skip to main content

Potensi Reklamasi Tambang dalam Pelestarian Lingkungan Bengkulu

Potensi Reklamasi Tambang dalam Pelestarian Lingkungan Bengkulu.jumat(2/8)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Ketua Umum Yayasan Penjaga Pesisir dan Hutan Tropis Bengkulu, Rahmad Tamrin, mengungkapkan bahwa reklamasi tambang memiliki potensi besar untuk membantu menjaga dan memulihkan lingkungan di Provinsi Bengkulu. Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (02 Agustus 2024), ia menekankan pentingnya upaya ini bagi masyarakat sekitar.

"Kita akan melakukan roadshow dan berkomunikasi dengan pihak pemerintah serta aparat penegak hukum, khususnya kepada pihak tambang, untuk meminta mereka mengembalikan bentang alam yang rusak akibat aktivitas pertambangan ke kondisi semula atau lebih baik, yang kita sebut sebagai restorasi lanskap," ujar Rahmad Tamrin.

Restorasi lanskap melibatkan penanaman vegetasi asli, penetapan kontur lahan yang sesuai, dan penciptaan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekosistem alami di sekitar tambang. Dengan cara ini, reklamasi membantu mengurangi dampak visual dari tambang yang tidak aktif dan mengembalikan estetika alami kawasan hutan tropis di Bengkulu. "Selain itu, hal ini juga mendukung keberlanjutan ekosistem yang ada," tambahnya.

Reklamasi tambang juga berperan penting dalam peningkatan kualitas air. Proses ini sering kali melibatkan pembangunan dan pemeliharaan sistem drainase yang berkelanjutan, yang dapat membantu mengurangi polusi air dengan mengendalikan aliran air permukaan dan mengurangi erosi tanah serta aliran sedimen ke sungai dan danau. Selain itu, reklamasi dapat mencakup peningkatan kualitas air di kolam bekas penambangan untuk mendukung kehidupan akuatik.

Rehabilitasi habitat hewan juga merupakan bagian integral dari reklamasi tambang. Aktivitas pertambangan sering kali mengganggu habitat alami berbagai jenis hewan. Melalui reklamasi, lahan bekas tambang dapat diubah menjadi habitat yang mendukung spesies lokal. Upaya ini meliputi penetapan dan pemeliharaan zona perlindungan bagi hewan tertentu, pemulihan habitat alami, dan peningkatan keanekaragaman hayati.

Manfaat ekonomi dari reklamasi tambang juga tidak bisa diabaikan. Proses reklamasi menciptakan lapangan kerja baik selama proses reklamasi berlangsung maupun setelahnya, misalnya dalam pemeliharaan lahan tambang yang direklamasi. Selain itu, lahan yang telah direklamasi dapat digunakan untuk tujuan ekonomi lain seperti pertanian, kehutanan, atau pariwisata, yang semuanya dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal.

Reklamasi tambang juga mencakup upaya konservasi air dan tanah. Ini melibatkan pemantauan dan pengelolaan pencemaran tanah serta langkah-langkah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap sumber daya air. Pengendalian polusi debu dan udara juga menjadi fokus dalam reklamasi tambang, dengan upaya pengurangan emisi debu dan polusi udara serta pemantauan kualitas udara di sekitar bekas tambang.

Untuk mencapai manfaat lingkungan yang maksimal dari reklamasi tambang, perencanaan dan pelaksanaan yang cermat serta pemantauan jangka panjang sangatlah penting. "Reklamasi yang efektif memerlukan kolaborasi antara industri pertambangan, pemerintah, dan kelompok lingkungan hidup untuk memastikan bahwa praktik terbaik digunakan dalam proses reklamasi di Bengkulu," ujar Rahmad Tamrin.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif antara berbagai pihak yang terlibat, sehingga tujuan utama dari reklamasi tambang, yaitu memulihkan dan menjaga lingkungan, dapat tercapai. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, reklamasi tambang tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bengkulu.

Pentingnya reklamasi tambang sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan di Bengkulu semakin terasa seiring dengan meningkatnya aktivitas pertambangan di daerah ini. Diharapkan, melalui reklamasi tambang yang terencana dengan baik, Bengkulu dapat mempertahankan keindahan alamnya dan memberikan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Pewarta: Herdianson 
Editing: Adi Saputra