TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2024 digelar melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Sekda) Rejang Lebong pada hari Senin (18/3). Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Asli Samin, S.Kep., M.Kep., serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam paparannya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., menyampaikan perkembangan inflasi nasional pada bulan Februari 2024 serta kondisi inflasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
"Inflasi di Provinsi Bengkulu mencapai 3,61%, menempatkannya sebagai peringkat ke-4 dari 10 provinsi dengan inflasi tertinggi. Sementara itu, untuk tingkat kabupaten/kota, Bengkulu berada di posisi ketiga dari 10 kota dengan inflasi tertinggi," ungkap Tito Karnavian.
Lebih lanjut, Tito Karnavian juga menyoroti Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator inflasi. Menurutnya, pada minggu kedua bulan Maret 2024, Provinsi Bengkulu menempati peringkat ke-8 dalam IPH.
Rapat ini menjadi forum penting untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi di wilayah tersebut. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Asli Samin, menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan OPD terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan laju inflasi.
Di akhir rapat, disepakati beberapa langkah strategis yang akan diambil guna menanggulangi masalah inflasi yang tengah dihadapi. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Bengkulu dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks.
Pewarta : Rangga
Editing : Adi Saputra