Skip to main content

Sefty Yuslinah: Tiket Pesawat Murah Kunci Peningkatan Wisata Bengkulu

Sefty Yuslinah: Tiket Pesawat Murah Kunci Peningkatan Wisata Bengkulu.Selasa(9/7)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata di Provinsi Bengkulu, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah, menyarankan agar harga tiket pesawat kembali murah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam workshop yang bertajuk “Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Bengkulu Creative Hub” yang diadakan di Hotel Wilo pada Selasa (9/7).

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Bengkulu ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM dari 17 subsektor industri ekonomi kreatif. Sefty menekankan pentingnya mempromosikan pariwisata Bengkulu ke kancah internasional, mengingat potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.

"Pariwisata Bengkulu luar biasa dan harus dikenal dunia. Dari ujung Muko-Muko hingga Kaur, ada banyak potensi yang dapat dikembangkan. Salah satu contohnya adalah kerupuk ommey, olahan ikan tenggiri yang sudah diekspor ke Malaysia dan negara lainnya," ujar Sefty.

Sefty menambahkan bahwa akses transportasi yang lebih terjangkau akan mendorong kunjungan wisatawan ke Bengkulu, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. "Saya berharap PT Dirgantara bisa mempertimbangkan untuk menurunkan harga tiket pesawat kembali ke kisaran Rp500.000 hingga Rp700.000. Dengan demikian, kita yakin wisatawan akan lebih banyak yang datang ke Bengkulu," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, mengajak para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta kemasan. Murlin juga menceritakan pengalamannya mencicipi kerupuk tuiri, olahan tulang ikan tenggiri, di Festival Tabur 2024.

"Saya sangat terkesan dengan kualitas kerupuk tuiri. Produk ini memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk luar negeri. Dari segi rasa hingga kemasan, semuanya sudah sangat baik," kata Murlin.

Lebih lanjut, Murlin menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung dan memfasilitasi UMKM dalam mendapatkan hak merek. "Kami berharap bapak dan ibu yang hadir segera mendaftarkan merek produk mereka ke HKI (Hak Kekayaan Intelektual) agar produk kita memiliki perlindungan hukum dan tidak diakui oleh pihak lain. Kami juga terus berupaya mendaftarkan budaya asli Bengkulu agar tidak diklaim negara lain," tutup Murlin.

Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah dan pelaku industri kreatif, diharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bengkulu dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.
Pewarta: Herdianson 
Editing: Adi Saputra