TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Dalam upaya mempertahankan keberagaman budaya dan mengukuhkan identitas bangsa Indonesia, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, menegaskan pentingnya pengutamaan bahasa negara. Pada acara Evaluasi Pembinaan 45 Lembaga, Isnan Fajri menyoroti bahwa bahasa adalah landasan vital yang mempersatukan masyarakat majemuk.
"Dalam membentuk identitas dan mengekspresikan kekayaan budaya, bahasa adalah alat utama. Bahasa negara adalah cerminan dari jati diri kita," tutur Sekda Isnan Fajri di Hotel Terkemuka Kota Bengkulu pada Sabtu. 25/11.2023.
Isnan Fajri juga menekankan perlunya kesadaran akan pentingnya bahasa negara di ruang publik sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap 45 lembaga, termasuk 15 lembaga swasta, 10 lembaga pemerintah, dan 20 lembaga pendidikan, bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan bahasa negara dari tahun sebelumnya.
"Kami ingin melihat sejauh mana implementasi pengutamaan bahasa negara dalam dokumen lembaga dan di ruang publik telah terjadi dari 2022 hingga 2024," ungkap Dwi Laily.
Evaluasi ini menjadi tonggak penilaian akhir terhadap upaya pembinaan bahasa negara. "Kami akan menilai perubahan dalam penggunaan bahasa negara yang tepat serta upaya yang telah dilakukan dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik," tambahnya.
Diharapkan, langkah-langkah konkret seperti ini akan mempertahankan keberagaman budaya dan menjaga keutuhan bahasa Indonesia sebagai lambang identitas bangsa.
Kegiatan evaluasi tersebut menjadi refleksi dari komitmen pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperkokoh keberadaan bahasa negara sebagai fondasi budaya yang tak ternilai harganya.Pewarta : Herdianson
Edituing : Adi Saputra