TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Upaya memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kunjungan resmi jajaran BPBD ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, yang didampingi oleh Sekretaris Lander Rj, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Firmanto, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Denny M, serta Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Yosef FR.
Rombongan BPBD disambut oleh Ketua LPPM Unib, Dedi Suryadi, bersama jajaran akademisi lainnya, termasuk Dr. Ir. Hardiansyah dan Ir. Lindung Zalbuin Mase. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang produktif, menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam bidang kebencanaan.
Fokus pada Mitigasi dan Pemetaan Risiko
Dalam pertemuan tersebut, BPBD Kota Bengkulu memaparkan berbagai potensi bencana yang rawan terjadi di wilayah kota, termasuk hasil pemetaan risiko yang telah disusun. Data ini menjadi dasar penting dalam merancang langkah-langkah mitigasi yang lebih terarah dan efektif.
Menurut I Made Ardana, kolaborasi dengan dunia akademik sangat diperlukan untuk memperkaya perspektif dan strategi penanggulangan bencana. Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis ilmiah akan meningkatkan kualitas kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah.
“Diskusi ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan banyak masukan serta ide dari para pakar kebencanaan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh akademisi menjadi referensi penting dalam menyusun langkah mitigasi ke depan,” ujarnya.
Peran Akademisi dalam Penguatan Kebijakan
Pihak LPPM Universitas Bengkulu menyambut baik inisiatif BPBD tersebut. Mereka menilai bahwa sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi merupakan kunci dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang komprehensif.
Ketua LPPM menekankan bahwa kampus memiliki banyak hasil riset yang dapat diimplementasikan secara langsung di lapangan, mulai dari teknologi mitigasi, sistem peringatan dini, hingga model pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Selain itu, peran pengabdian kepada masyarakat juga menjadi jembatan penting dalam menyampaikan edukasi kebencanaan kepada warga. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam upaya mitigasi.
Langkah Strategis ke Depan
Pertemuan ini tidak berhenti pada tahap diskusi semata. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dalam bentuk program kerja nyata yang terintegrasi. Rencana tersebut meliputi pengembangan kajian risiko bencana, pelatihan kesiapsiagaan, hingga penyusunan kebijakan berbasis data ilmiah.
BPBD Kota Bengkulu berharap kerja sama ini dapat memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, seperti gempa bumi, banjir, hingga bencana hidrometeorologi lainnya yang kerap terjadi.
Komitmen Bersama untuk Ketangguhan Daerah
Kolaborasi antara BPBD dan Universitas Bengkulu menjadi contoh nyata pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Dengan menggabungkan pengalaman praktis pemerintah dan keilmuan akademisi, diharapkan tercipta solusi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesiapsiagaan pemerintah, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
Melalui langkah strategis ini, Kota Bengkulu semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan wilayah yang tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana secara lebih sistematis dan terencana.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra