TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Bengkulu terus diperkuat melalui sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi kemasyarakatan. Salah satu langkah nyata terlihat saat Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.IK., M.Si menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Bengkulu, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara Kepolisian Daerah Bengkulu dengan organisasi keagamaan dalam membangun suasana yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Bengkulu menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wahdah Islamiyah sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan ketertiban daerah. Menurutnya, peran organisasi keagamaan sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif, terutama melalui pendekatan dakwah yang menyejukkan dan edukatif kepada masyarakat.
Irjen Pol Mardiyono menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.
“Sinergitas antara Polri dan organisasi keagamaan sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas daerah. Kami berharap komunikasi dan kerja sama seperti ini terus terjalin dengan baik demi menciptakan Bengkulu yang aman dan damai,” ujarnya.
Ia juga menilai organisasi keagamaan memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga toleransi, persaudaraan, dan menangkal berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk penyebaran paham radikalisme maupun informasi hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Sementara itu, jajaran DPW Wahdah Islamiyah Bengkulu menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menjaga ketertiban sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat di tengah masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Wahdah Islamiyah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks di era digital. Menurut mereka, edukasi kepada generasi muda terkait nilai kebangsaan, moralitas, dan persatuan bangsa perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun isu-isu yang menyesatkan.
Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga ruang diskusi mengenai berbagai isu sosial dan keamanan yang berkembang di masyarakat. Kedua pihak sepakat bahwa komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan tokoh agama merupakan salah satu kunci utama menjaga kondusivitas daerah.
Kapolda Bengkulu juga membuka ruang koordinasi yang lebih luas dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan sebagai mitra strategis dalam menciptakan rasa aman di lingkungan masyarakat. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan pembinaan, penyuluhan, maupun program sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Di sisi lain, Wahdah Islamiyah Bengkulu mengapresiasi keterbukaan Polda Bengkulu dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurut mereka, pendekatan humanis yang dilakukan kepolisian dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kunjungan silaturahmi ini pun diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kerja sama yang berkesinambungan antara Polri dan organisasi keagamaan di Provinsi Bengkulu. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, stabilitas keamanan dan persatuan masyarakat diyakini dapat terus terjaga dengan baik.
Melalui kolaborasi tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk, damai, dan penuh toleransi demi mendukung pembangunan daerah yang aman dan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra