TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, menggelar soft launching mal pelayanan publik yang menjadi langkah baru dalam pelayanan masyarakat. Acara dimulai pukul 11.00 WIB dengan kehadiran Sekdakab Yusran Fauzi, ST, serta unsur Forkopimda dan berbagai kepala dinas yang bergabung dalam mal pelayanan publik tersebut.Rabu (20/12).
Sebelum peresmian, bupati disambut dengan upacara adat yang meriah, diiringi penampilan gadis penari dari Sanggar Bumei Pat Petulai Curup. Tradisi sakral sekapur sirih dan semangkuk air setawar menyemarakkan momen tersebut.
Malam ini, mal pelayanan publik didukung oleh 27 instansi dari Pemkab Rejang Lebong, termasuk berbagai dinas dan lembaga seperti DPMPTSP, Kesehatan, Lingkungan Hidup, PUPR-PKP, Perindagkop, Capil, BPKD, Pariwisata, Nakertrans, Pertanian dan Perikanan, Kominfo, Perpus dan Arda, serta berbagai instansi lintas sektoral seperti Polres, KPP Pratama, Jasa Raharja, Kantor Pos dan Giro, Bank Bengkulu, BPN, dan Kemenag.
Menurut Kepala Dinas DPMPTSP, Zulkarnain, kehadiran mal ini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. "Kehadiran OPD di sini akan menjadi contoh terbaik di Bengkulu dalam layanan publik," ungkapnya.
Kadis DPMPTSP Bengkulu, Supran, juga mengapresiasi langkah soft launching mal pelayanan publik Rejang Lebong. "Ini sudah menjadi mal kelima di Bengkulu. Semoga lima kabupaten lainnya dapat menyusul. Dukungan dari bupati dan DPRD sangat krusial terutama dalam fasilitas. Di masa mendatang, DPMPTSP Bengkulu menargetkan investasi senilai Rp 22 triliun," tambahnya.
Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, berharap mal pelayanan publik ini akan menjadi kebanggaan daerahnya. "Mal ini akan memberikan layanan yang cepat dan akurat, menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahan daerah dalam memfasilitasi perizinan serta menciptakan kenyamanan bagi investor," ungkap bupati.
Sebagai upaya memudahkan layanan, bupati memerintahkan Dinas Sosial untuk pindah dan bergabung di mal pelayanan publik. "Mulai 1 Januari 2024, Dinas Sosial akan beroperasi di sini," tegasnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara bupati dan instansi lintas sektor terkait pelaksanaan pelayanan di mal pelayanan publik, diikuti dengan pemotongan pita di pintu masuk dan peninjauan stand pelayanan oleh bupati bersama instansi terkait.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra