TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Tangis bahagia tak mampu disembunyikan dari raut wajah Baina, warga Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, saat aliran listrik akhirnya mengalir ke rumah kecil yang selama ini ia tempati seorang diri. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa penerangan layak, malam yang biasanya dilalui dalam gelap kini berubah menjadi lebih terang dan penuh harapan.
Perempuan lanjut usia itu menjadi salah satu penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pada Sabtu (7/2), sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh masyarakat, khususnya warga kurang mampu, dapat menikmati akses listrik.
Selama ini, Baina hanya mengandalkan lampu minyak dan lilin untuk menerangi rumahnya. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga kerap membuatnya merasa tidak aman, terutama saat malam hari. Dengan adanya listrik, ia kini bisa beristirahat dengan lebih tenang serta menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.
“Rasanya seperti mimpi. Saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa terang. Dulu kalau malam sangat gelap, sekarang sudah bisa melihat jelas. Terima kasih kepada pemerintah, terima kasih Pak Gubernur,” ucap Baina dengan mata berkaca-kaca.
Selain mendapatkan sambungan listrik gratis, Baina juga menerima paket sembako yang berisi kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban hidupnya yang selama ini bergantung pada penghasilan tidak tetap dan bantuan dari lingkungan sekitar.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa program pemasangan listrik gratis bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam memenuhi hak dasar warganya. Menurutnya, listrik bukan lagi barang mewah, tetapi kebutuhan utama yang menentukan kualitas hidup masyarakat.
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga Bengkulu yang hidup dalam kegelapan. Listrik adalah fondasi untuk kehidupan yang lebih baik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga keamanan,” ujar Helmi Hasan.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah. Oleh karena itu, program BPBL dirancang agar benar-benar menyasar warga yang membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Negara harus hadir secara nyata. Bukan hanya membuat program, tetapi memastikan manfaatnya sampai ke rumah-rumah masyarakat. Inilah bentuk keadilan sosial yang ingin kita wujudkan,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui program BPBL telah menyalurkan bantuan pemasangan listrik gratis kepada 2.024 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang tersebar di seluruh wilayah provinsi. Setiap rumah tangga mendapatkan sambungan listrik dengan daya 900 VA, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti penerangan, peralatan rumah tangga sederhana, serta mendukung aktivitas produktif.
Khusus di Kabupaten Lebong, sebanyak 478 RTM tercatat telah menerima manfaat dari program tersebut. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses energi, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.
Program BPBL juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dari sisi kenyamanan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan. Dengan adanya listrik, warga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha kecil, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pendidikan anak-anak yang kini bisa belajar pada malam hari dengan penerangan memadai.
Bagi Baina, kehadiran listrik bukan hanya soal terang atau gelap, melainkan simbol perhatian dan kepedulian negara terhadap nasib rakyat kecil. Di rumah sederhana itu, lampu yang kini menyala menjadi saksi bahwa kebijakan pemerintah dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan seseorang.
Pemprov Bengkulu pun memastikan program serupa akan terus dilanjutkan secara bertahap, dengan target menjangkau seluruh warga yang belum menikmati listrik. Melalui langkah ini, pemerintah berharap tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam akses energi, sehingga cita-cita pembangunan yang adil dan merata dapat benar-benar terwujud.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra