Skip to main content

Wali Kota Dedy Instruksikan Pos Kamling Aktif Kembali, Tanggapi Maraknya Aksi Kriminal di Bengkulu

Wali Kota Dedy Instruksikan Pos Kamling Aktif Kembali, Tanggapi Maraknya Aksi Kriminal di Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Kota Bengkulu diresahkan oleh meningkatnya aksi kriminal, mulai dari kasus begal hingga tindak kejahatan jalanan lainnya. Kondisi ini menimbulkan rasa waswas di tengah warga, karena menyangkut ancaman terhadap harta benda bahkan keselamatan jiwa.

Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu langkah yang segera diambil adalah mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) atau pos ronda di setiap kelurahan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat.

“Nanti kita hidupkan lagi pos kamling, tujuannya agar masyarakat semua merasa aman tinggal di Kota Bengkulu,” kata Dedy, Senin (25/8).

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga akan menggalakkan program “Bengkulu Aman”. Program ini merupakan upaya kolaboratif antara pemerintah, kepolisian, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan. Dedy menegaskan bahwa keamanan tidak hanya menjadi tugas aparat, melainkan juga tanggung jawab bersama.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk menjadi “polisi bagi diri sendiri”, yakni dengan melindungi diri dan keluarga melalui kewaspadaan serta kebiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat perlu membiasakan diri untuk waspada terhadap lingkungan sekitar. Jangan lengah, karena tindak kriminal bisa terjadi kapan saja,” tambahnya.

Namun, menurut Dedy, upaya mandiri tersebut harus tetap diiringi dengan dukungan penuh terhadap aparat kepolisian. Kepercayaan publik terhadap polisi sangat penting agar proses penegakan hukum berjalan efektif. Masyarakat diminta aktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan maupun tindak kriminal yang terjadi di sekitar mereka.

“Kita beri support kepada Pak Polisi untuk menangkap para pelaku kejahatan, termasuk begal. Kalau kita kompak, insyaallah tidak ada ruang bagi begal di Kota Bengkulu,” tegasnya.

Pemerintah juga memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain: menghindari jalan sepi atau minim penerangan, tidak memamerkan barang berharga, serta memilih rute perjalanan yang ramai dan aman.

Selain itu, warga dianjurkan membawa alat perlindungan diri yang sederhana seperti semprotan merica (pepper spray), serta selalu mengenali lingkungan sekitar. Jika merasa diikuti, pengendara disarankan tidak panik, segera membunyikan klakson untuk menarik perhatian, atau mencari tempat ramai guna meminta bantuan.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bengkulu berharap tercipta situasi kondusif sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang. Dedy meyakini, sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum akan menjadi kunci untuk menekan angka kriminalitas di kota tersebut.

“Yang terpenting kita kompak, saling peduli, dan saling melindungi. Kalau lingkungan kita kuat, kejahatan tidak akan punya ruang berkembang,” tutupnya.

Pewarta : Amg

Editing  : Adi Saputra