Skip to main content

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi Tuai Apresiasi Jemaah Haji, Rela Jadi Pelayan Kesehatan di Tanah Suci

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat mendampingi dan membantu jemaah haji asal Kota Bengkulu yang mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. (Foto/Ist)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Kepulangan jemaah haji asal Kota Bengkulu tahun 2026 menyisakan banyak cerita haru. Selain membawa kebahagiaan karena berhasil menunaikan ibadah haji, para jemaah juga membawa kenangan mendalam tentang sosok pemimpin daerah yang dinilai hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai pelayan masyarakat.

Sosok tersebut adalah Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Selama mendampingi jemaah di Tanah Suci, Dedy mendapat apresiasi luas karena kepeduliannya terhadap kondisi kesehatan para jamaah, khususnya lanjut usia (lansia) yang mengalami gangguan kesehatan saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Suasana penuh haru terlihat saat para jemaah tiba kembali di Bengkulu. Tangis bahagia dan pelukan keluarga mewarnai penyambutan di asrama haji. Namun di balik kebahagiaan itu, banyak jemaah mengenang perhatian yang diberikan Walikota selama berada di Arab Saudi.

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung di tengah suhu udara yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah, terutama yang berusia lanjut.

Sejumlah jemaah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti flu, batuk, kelelahan, hingga penurunan stamina akibat padatnya aktivitas ibadah dan cuaca panas yang harus dihadapi setiap hari.

Di tengah situasi tersebut, pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan penting. Ketika sejumlah kendala teknis terjadi dalam pendampingan kesehatan kloter, Dedy Wahyudi memilih untuk turun langsung membantu penanganan para jemaah yang membutuhkan perhatian.

Tidak hanya memantau dari jauh, ia bahkan mengubah kamar hotel yang ditempatinya menjadi lokasi pelayanan sementara untuk membantu kebutuhan kesehatan jemaah.

Menurut sejumlah jemaah, Walikota Bengkulu tidak segan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pendampingan. Ia membantu menyiapkan kebutuhan obat-obatan, mendampingi petugas kesehatan, hingga memastikan jamaah yang sakit memperoleh penanganan yang cepat.

Yang paling membekas di hati para jemaah adalah kebiasaannya mendatangi kamar-kamar jamaah secara langsung. Dengan mendatangi satu per satu kamar penginapan, ia memastikan tidak ada jamaah yang mengalami sakit tanpa mendapatkan perhatian.

Pendekatan tersebut mendapat sambutan positif, terutama dari para lansia yang merasa diperhatikan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Salah seorang jamaah mengaku terkejut ketika pintu kamarnya diketuk dan mendapati Walikota Bengkulu berdiri di depan pintu untuk menanyakan kondisi kesehatannya.

"Saya benar-benar tidak menyangka. Saat itu saya sedang kurang sehat dan mengira yang datang adalah petugas hotel. Ternyata Pak Walikota sendiri yang datang menanyakan keadaan saya. Beliau memberikan semangat dan memastikan kami mendapatkan obat. Itu sangat menyentuh hati kami," ungkap salah seorang jamaah.

Bagi para jemaah, tindakan yang dilakukan Dedy Wahyudi menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di tengah kesibukan menjalankan ibadah dan tugas pendampingan, ia tetap meluangkan waktu untuk memastikan kondisi para jamaah tetap prima hingga seluruh rangkaian haji selesai dilaksanakan.

Perhatian yang diberikan kepada jamaah dinilai menjadi bentuk kepedulian yang tulus. Banyak jamaah menganggap kehadiran Walikota saat itu memberikan rasa aman dan menambah semangat mereka dalam menyelesaikan ibadah.

Kini seluruh jemaah haji Kota Bengkulu telah kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing. Namun pengalaman yang mereka rasakan selama berada di Arab Saudi masih menjadi perbincangan hangat.

Bagi mereka, kisah tentang seorang Walikota yang rela turun langsung membantu warga yang sakit di Tanah Suci akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan di mana saja, termasuk ketika berada ribuan kilometer dari tanah air.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra