Skip to main content

Warga Diminta Aktif Bersihkan Drainase, PUPR Kota Bengkulu Ingatkan Ancaman Banjir Saat Hujan Deras

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bengkulu Agus Suhendra Wijaya mengimbau masyarakat aktif membersihkan drainase lingkungan untuk mencegah banjir saat curah hujan tinggi.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>> Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk, agar rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya banjir saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah Kota Bengkulu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bengkulu, Agus Suhendra Wijaya, mengatakan pemerintah selama ini terus melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan banjir. Namun, persoalan drainase yang tersumbat sampah dan sedimentasi masih menjadi penyebab utama munculnya genangan air di sejumlah kawasan permukiman.

Menurut Agus, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar sistem drainase dapat berfungsi secara maksimal. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi juga perlu dukungan warga melalui kegiatan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

“Penanggulangan banjir tidak cukup dilakukan pemerintah saja. Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama di kawasan perumahan dan permukiman. Kami mengajak warga untuk bergotong royong membersihkan saluran drainase dan tidak membiarkan aliran air tersumbat,” ujar Agus, Kamis (21/5).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih banyak saluran drainase yang tertutup tanah, sampah, hingga semak belukar. Padahal, setelah dilakukan pembersihan, sebagian besar konstruksi drainase tersebut masih dalam kondisi baik dan dapat berfungsi normal kembali.

Kondisi ini, lanjut Agus, sangat disayangkan karena banjir yang terjadi tidak selalu disebabkan oleh meluapnya sungai atau tingginya intensitas hujan. Banyak genangan justru muncul akibat aliran air yang tidak lancar karena saluran tersumbat.

“Kalau drainase tertutup sampah atau endapan tanah, otomatis aliran air menjadi terhambat. Saat hujan deras turun, air akan meluap dan akhirnya menimbulkan genangan bahkan banjir di permukiman warga,” katanya.

PUPR Kota Bengkulu juga terus melakukan normalisasi saluran drainase di sejumlah titik rawan banjir. Meski demikian, luasnya wilayah dan keterbatasan personel membuat pemerintah membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat dalam menjaga saluran air di lingkungan masing-masing.

Agus menambahkan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir. Ia berharap warga mulai membiasakan diri memeriksa kondisi drainase di sekitar rumah, terutama menjelang musim penghujan.

“Kami berharap ada kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan. Jika melihat ada sampah atau saluran mulai tersumbat, segera dibersihkan sebelum menjadi penyebab genangan,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas PUPR Kota Bengkulu juga menyiagakan tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk membantu masyarakat menangani berbagai persoalan infrastruktur, termasuk drainase dan banjir. Tim tersebut siap turun ke lapangan apabila ditemukan hambatan besar seperti dahan pohon, timbunan material, atau benda berat yang menyumbat jalur air.

Meski demikian, Agus mengakui pihaknya tidak dapat memantau seluruh wilayah secara bersamaan. Karena itu, laporan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kalau masyarakat menemukan drainase yang tersumbat atau ada pohon tumbang yang menghambat aliran air, silakan segera laporkan ke Dinas PUPR. Tim URC akan membantu penanganannya,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali ditingkatkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, risiko banjir di kawasan permukiman diharapkan dapat diminimalkan, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan deras melanda wilayah Kota Bengkulu.

 Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra