TEROPONGPUBLIK.CO..ID >>><<<< Komitmen Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing dalam menata Kota Bengkulu agar semakin indah dan tertata, terus mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Salah satu bentuk dukungan tersebut datang dari warga Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singaran Pati, khususnya jemaah Masjid At-Taqwa.
Dengan penuh keikhlasan, warga dan pengurus Masjid At-Taqwa secara sukarela menghibahkan lahan bekas masjid lama kepada Pemerintah Kota Bengkulu. Hibah ini diberikan tanpa syarat maupun permintaan ganti rugi, sebagai wujud nyata dukungan terhadap program penataan kota yang diusung Dedy dan Ronny.
Wali Kota Dedy menyambut baik langkah mulia ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun sebuah taman kota dengan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH). Taman tersebut nantinya akan dihiasi dengan ornamen menarik serta dilengkapi papan videotron untuk menambah keindahan sekaligus memberikan fungsi informatif dan promosi.
“Ini adalah momen bersejarah. Saya sangat mengapresiasi pengurus masjid dan seluruh warga Jembatan Kecil yang dengan tulus mendukung langkah kami dalam menata wajah Kota Bengkulu. Lahan yang dihibahkan ini akan kami sulap menjadi taman yang indah dan representatif,” ujar Dedy saat meninjau langsung proses pembongkaran bangunan lama.
Ia menambahkan, pembangunan taman ini merupakan bagian dari program besar penataan berbagai titik kota, termasuk kawasan Simpang Lima, Skip, Padang Harapan, dan Pagar Dewa. Semua kawasan ini akan dipercantik agar Bengkulu semakin berkarakter sebagai kota yang modern dan nyaman.
Menurut Dedy, keberadaan videotron di taman tersebut akan memberikan nilai tambah, baik dari sisi pencahayaan malam hari maupun sebagai media promosi pemerintah dan sektor swasta. Bahkan, videotron tersebut diproyeksikan menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena bisa disewa oleh pihak luar.
“Videotron akan kita kelola langsung. Selain mempercantik, ini juga bisa menjadi pemasukan bagi Pemkot,” jelasnya.
Untuk memastikan taman tetap terawat dan tidak menjadi tempat berkumpulnya manusia silver maupun gelandangan, Pemkot akan menugaskan Satpol PP melakukan pengawasan secara rutin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, menjelaskan bahwa pembangunan taman akan dimulai setelah pembongkaran selesai, yang ditargetkan mulai pada Juli mendatang dengan estimasi anggaran sekitar Rp300 juta.
“Kami targetkan taman ini bisa rampung sebelum akhir tahun. Setelah selesai, kami berharap masyarakat turut menjaga dan merawatnya agar tetap indah dan fungsional,” ujarnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut antara lain Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto, Plt Sekda Tony Elfian, Asisten I Eko Agusrianto, Staf Ahli I Made Ardana, Kepala Bappeda Medy Pebriansyah, Camat Singaran Pati Alex Periansyah, Lurah Jembatan Kecil, serta jajaran Pemkot lainnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra