TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Artificial Intelligence (AI) bagi Kelompok Pemuda Desa dan Kota Bengkulu yang berlangsung di Hotel Adeva, kawasan Pantai Panjang, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Telkom Indonesia tersebut menjadi wadah edukasi bagi para pemuda agar mampu memahami, menguasai, sekaligus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat, etis, dan produktif.
Workshop dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Dalam sambutannya, Khairil Anwar menyampaikan bahwa perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan besar di berbagai sektor kehidupan. Teknologi tersebut tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang harus dipahami oleh masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
Menurutnya, kemampuan menggunakan AI tidak lagi menjadi nilai tambah semata, melainkan sudah menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan pada era transformasi digital.
"Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, generasi muda Bengkulu harus memiliki kemampuan memahami Artificial Intelligence, termasuk mampu membedakan mana karya yang dibuat oleh manusia dan mana yang dihasilkan menggunakan teknologi AI. Literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terjebak oleh penyalahgunaan teknologi," ujar Khairil Anwar.

Ia menjelaskan, saat ini Artificial Intelligence tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia pendidikan maupun industri kreatif, tetapi juga telah digunakan dalam berbagai sektor seperti kesehatan, pemerintahan, perdagangan, hingga pelayanan publik. Namun di sisi lain, AI juga berpotensi disalahgunakan untuk penyebaran informasi palsu, manipulasi gambar maupun video, hingga tindak kejahatan digital lainnya.
Karena itu, menurutnya, peningkatan literasi digital harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi agar masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.
Khairil berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan digital, serta menjadikan AI sebagai sarana menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Workshop ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengatakan bahwa pelaksanaan workshop merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang digital.
Menurutnya, pemahaman terhadap Artificial Intelligence menjadi kebutuhan penting karena teknologi tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu instrumen utama dalam berbagai aktivitas ekonomi maupun dunia kerja.
Ia menjelaskan, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan konten digital, analisis data, pengembangan usaha, pemasaran produk, hingga menciptakan peluang bisnis baru berbasis teknologi.
"Jika dimanfaatkan secara tepat, Artificial Intelligence mampu meningkatkan produktivitas, kreativitas, bahkan membuka kesempatan memperoleh penghasilan melalui berbagai platform digital. Karena itu kami ingin para pemuda Bengkulu mampu memanfaatkan teknologi ini secara optimal," ujar Nelly Alesa.
Selain mendapatkan materi mengenai dasar-dasar Artificial Intelligence, peserta juga memperoleh pembekalan terkait etika penggunaan AI, keamanan digital, serta praktik pemanfaatan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang saat ini berkembang pesat.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Telkom Indonesia diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem transformasi digital di Bengkulu. Melalui sinergi tersebut, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi digital yang bernilai ekonomi.
Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis peningkatan literasi digital melalui kegiatan seperti ini akan melahirkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0. Dengan kemampuan menguasai teknologi Artificial Intelligence secara bertanggung jawab, para pemuda diharapkan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing Bengkulu di tingkat nasional.(adv).
Pewarta : Amg
Erditing : Adi Saputra