TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu, bersama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, Badan Pertanahan Nasional, Pemerintah Kota Bengkulu, serta jajaran Kecamatan Sungai Serut dan Ratu Agung, menegaskan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan Kolam Retensi Pengendalian Banjir di Kota Bengkulu akan tuntas pada tahun ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek yang sangat penting bagi pengendalian banjir di daerah tersebut.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan kepastian ini usai memimpin Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Tahapan Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Kolam Retensi Pengendalian Banjir. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Teramang Muara - Nasal Padang Guci, BWS Sumatera VII Bengkulu, pada Kamis (22/08).
Khairil Anwar menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan ini melibatkan berbagai dokumen yang harus diselesaikan serta tantangan teknis yang perlu diatasi. "Kami menargetkan penyelesaian pembebasan lahan dalam bulan ini, termasuk kelengkapan dokumen dan persyaratan yang diperlukan. Minggu depan, kami akan mengevaluasi hasil rapat hari ini," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa tujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah untuk mempercepat proses pembebasan lahan agar pembangunan Kolam Retensi dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pada tahun 2025. Menurutnya, pembangunan kolam retensi ini sangat vital untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda Kota Bengkulu. "Kolam retensi ini merupakan salah satu solusi utama untuk pengendalian banjir di Kota Bengkulu," tambah Khairil.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini memerlukan pembebasan lahan seluas lebih dari 11 hektare yang tersebar di Kecamatan Sungai Serut dan Ratu Agung. Hingga saat ini, terdapat sekitar 100 bidang tanah yang masih dalam proses kompensasi. Proses ini mencakup empat kelurahan, dan menurut Khairil, data lahan yang akan dibebaskan sudah lengkap sehingga tidak ada kendala berarti yang menghambat.
Sementara itu, BWS Sumatera VII juga terus melakukan upaya pengerukan endapan di sungai Bengkulu sebagai bagian dari langkah pengendalian banjir. Namun, proyek pembangunan kolam retensi ini masih berada pada tahap pembebasan lahan. Diketahui bahwa ada tiga kolam retensi yang direncanakan untuk dibangun sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di daerah tersebut.
Upaya percepatan pembebasan lahan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dan pihak terkait dalam menangani permasalahan banjir yang telah menjadi ancaman bagi warga Kota Bengkulu selama bertahun-tahun. Pembangunan kolam retensi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah yang rawan banjir.
Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, diharapkan proses pembebasan lahan ini dapat berjalan lancar dan pembangunan kolam retensi bisa segera dimulai. Proyek ini tidak hanya penting untuk pengendalian banjir, tetapi juga untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Bengkulu yang semakin berkembang.
Rencana pembangunan kolam retensi ini juga merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan ketahanan lingkungan di Bengkulu, dengan harapan dapat menciptakan kota yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warganya.
Pewarta: Herdianson
Editing: Adi Saputra