Skip to main content

Karnaval Batik Internasional 2026 Bengkulu, Seluma Tampilkan Batik Remis dan Tenun Bumpak

Ketua TP PKK Seluma dr. Mega Ayu Variza Teddy Rahman hadir di Karnaval Batik Internasional 2026 Bengkulu, dukung pelestarian batik Besurek dan promosi budaya daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Semarak Karnaval Batik Internasional 2026 bertajuk “Gemerlap Besurek Night Carnaval” berlangsung meriah di kawasan Simpang Lima, Kota Bengkulu, Sabtu malam (19/4/2026). Acara ini menjadi panggung megah bagi ragam kekayaan batik Nusantara, termasuk batik khas Bengkulu yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seluma, dr. Mega Ayu Variza Teddy Rahman, MARS., turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan sektor pariwisata daerah. Ia hadir bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seluma, Azhari, ST., M.M.

Kehadiran rombongan dari Kabupaten Seluma menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat eksistensi budaya lokal di tengah arus modernisasi. Ajang ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.

Dalam karnaval tersebut, Kabupaten Seluma menampilkan perwakilan Bujang Gadis Seluma yang memukau penonton dengan balutan busana tradisional berbasis wastra lokal. Mereka memperkenalkan Batik Remis dan Tenun Bumpak sebagai identitas budaya khas daerah. Kedua kain tradisional ini memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Penampilan para peserta dari Seluma mendapat apresiasi dari pengunjung yang memadati area karnaval. Kreativitas desain busana yang dipadukan dengan sentuhan modern menjadikan Batik Remis dan Tenun Bumpak tampil lebih atraktif tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.

Karnaval Batik Internasional 2026 sendiri menjadi ajang strategis dalam mempromosikan keberagaman budaya Indonesia, khususnya di bidang batik dan wastra. Berbagai daerah turut ambil bagian dengan menampilkan karya terbaik mereka, menjadikan acara ini sebagai ruang kolaborasi budaya yang memperkuat identitas nasional.

Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan ke Kota Bengkulu. Ribuan masyarakat dan wisatawan tampak antusias menyaksikan parade budaya yang disuguhkan dengan konsep malam hari, menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Kota Bengkulu sebagai penyelenggara bekerja sama dengan RBTV dalam menghadirkan event berskala internasional ini. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-307 Kota Bengkulu, yang tahun ini dirayakan dengan berbagai agenda menarik dan inovatif.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turut hadir secara langsung dalam acara tersebut bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu selaku tuan rumah. Kehadiran para kepala daerah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu semakin menambah semarak suasana, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian budaya daerah.

Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam mengembangkan potensi budaya sebagai aset ekonomi kreatif. Batik dan tenun tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor industri kreatif.

Dengan terselenggaranya Karnaval Batik Internasional 2026, diharapkan budaya lokal seperti batik Besurek, Batik Remis, dan Tenun Bumpak semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah daerah pun diharapkan terus berinovasi dalam mengemas promosi budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Ajang ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata, sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah persaingan global.

 Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra