Skip to main content

743 Mahasiswa Rampungkan KKN Tematik, Pemkot Bengkulu Tekankan Isu Sampah

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bengkulu, Tony Elfian, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Dehasen Bengkulu Periode VI Tahun 2025.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bengkulu, Tony Elfian, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Dehasen Bengkulu Periode VI Tahun 2025. Penutupan tersebut berlangsung di Pendopo Balai Kota Merah Putih Bengkulu, Senin (19/1/2026), dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Dalam sambutannya, Tony Elfian menyampaikan apresiasi kepada Universitas Dehasen Bengkulu atas konsistensinya mendukung pembangunan daerah melalui program KKN Tematik. Ia menilai, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat telah memberikan kontribusi positif, baik dalam bidang sosial, edukasi, maupun pemberdayaan lingkungan.

Tony menyebutkan, sebanyak 743 mahasiswa yang tergabung dalam KKN-T Periode VI Tahun 2025 telah melaksanakan berbagai program kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari edukasi kebersihan lingkungan, pendampingan UMKM, literasi digital, hingga penguatan kesadaran sosial di tingkat kelurahan.

“Pemerintah Kota Bengkulu berharap apa yang telah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa tidak berhenti sampai di sini. Ilmu, pengalaman, dan semangat pengabdian yang diperoleh selama KKN harus terus dibawa dan diterapkan di mana pun berada,” ujar Tony.

Ia menegaskan, KKN Tematik bukan sekadar kewajiban akademik untuk menyelesaikan perkuliahan, melainkan wadah pembelajaran nyata yang membentuk karakter, empati sosial, serta kepedulian terhadap permasalahan masyarakat. Oleh karena itu, Tony berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang aktif dan solutif.

Dalam kesempatan tersebut, Tony juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota Bengkulu. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah persoalan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa. Ia mendorong agar edukasi terkait pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus disosialisasikan.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penyampai pesan perubahan. Edukasi sederhana tentang kebersihan dan lingkungan jika dilakukan secara konsisten akan berdampak besar bagi kesadaran masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Tony berharap program KKN Tematik Universitas Dehasen Bengkulu dapat terus dikembangkan dengan konsep yang inovatif dan berkelanjutan. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Melalui KKN-T, Pemerintah Kota Bengkulu ingin menjadikan kegiatan ini bukan hanya agenda rutin tahunan kampus, tetapi juga sebagai momentum transformasi sosial yang memberikan dampak jangka panjang. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memicu perubahan pola pikir masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial.

Sementara itu, pihak Universitas Dehasen Bengkulu menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kota Bengkulu selama pelaksanaan KKN-T. Kerja sama yang terjalin dinilai sangat membantu mahasiswa dalam mengimplementasikan program kerja di lapangan.

Penutupan kegiatan KKN-T Periode VI Tahun 2025 ini ditandai dengan penyerahan simbolis laporan kegiatan serta foto bersama. Dengan berakhirnya program ini, diharapkan seluruh peserta membawa pulang pengalaman berharga yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja ke depan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra