TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>>> PERNAHKAH Anda merasa suhu udara di sekitar kita sangat panas. Itulah pemanasan global (global warming) yang merupakan efek dari gas rumah kaca. Suhu di Bengkulu saat ini bisa mencapai 33- 35 derajat celcius. Salah satu faktor penyebab dari global warming adalah deforestasi seperti pembakaran hutan, penebangan pohon.
Sebagai wujud kepedulian menciptakan lingkungan yang hijau dan asri guna mencegah pemanasan global, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Fatmawari Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Jumat (26/6) melaksanakan AKSI HIJAU berupa penanaman pohon kelapa dan bibit tanaman bersama seluruh civitas akademika.
Penanaman puluhan batang pohon kemarin dipimpin langsung Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Iim Fahimah, Lc, MA didampingi Wakil Dekan III Dr. Wery Gusmansyah, MH dan segenap dosen, karyawan dan mahasiswa dan pengurus Dema.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Iiim Fahimah, Lc, MA mengatakan gerakan menanam pohon di sekitar kampus penting untuk menyerap karbon dioksida dan menghasilkan banyak oksigen. “Melalui penanaman pohon ini kita ingin menyampaikan pesan, ayo kita ciptakan lingkungan kita, bersih, hijau dan asri. Penanaman pohon ini bisa membantu mengurani polusi udara,” terang Iim Fahimah dengan ramah.
Lingkungan gersang tanpa tumbuh-tumbuhan memberi kontribusi bagi pemanasan global. “Tak hanya itu, manfaat positif lainnya adalah bahwa pepohonan memberi efek positif bagi kesehatan manusia untuk jangka panjang,” terang Iim Fahimah.
Dikatakan Iim Fahimah, efek keberadaan pohon di lingkungan sekitar kita dan ruang terbuka hijau memberikan efek positif jangka panjang. Karena itu, dia mengajak agar segenap civitas akademika fakultas untuk menunjukkan komitmen serta kepedulian terhadap lingkungan bersih, hijau dan asri.
“Caranya, salah satunya ya dengan rutin melakukan penanaman pohon atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat. Ayo kita menanam. Menanam di lingkungan rumah, menanam di lingkungan kampus dan lain-lain,” tandas Iim.
Lebih jauh dikatakan, penanaman pohon juga bisa melindungan tanah dari ancaman erosi dan banjir. Fungsi akar pohon bisa menyerap air. Hal ini membantu perlindungan tanah dari bahaya banjir. (*)