Skip to main content

Alur Pelabuhan Pulau Baai Kembali Dibuka, DPRD Kota Apresiasi Kinerja Pelindo dan Pihak Terkait

Alur Pelabuhan Pulau Baai Kembali Dibuka, DPRD Kota Apresiasi Kinerja Pelindo dan Pihak Terkait

TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Setelah empat bulan tertutup akibat sedimentasi yang menghambat akses kapal, alur Pelabuhan Pulau Baai akhirnya kembali dibuka. Uji coba keberhasilan pembukaan jalur ini ditandai dengan berlayarnya kapal KMP Pulau Telo pada Sabtu malam (6/7/2025), menandakan arus logistik dan transportasi laut kembali berjalan.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Edi Heriyanto, memberikan apresiasi atas capaian strategis ini. Menurutnya, terbukanya kembali alur Pelabuhan Pulau Baai bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan langkah vital dalam menjaga konektivitas wilayah dan perputaran ekonomi daerah.

"Kita sangat mengapresiasi dengan terbukanya kembali alur Pelabuhan Pulau Baai. Ini adalah capaian strategis yang sangat penting, bukan hanya untuk arus barang dan jasa di Bengkulu, tapi juga untuk konektivitas antarwilayah, khususnya Pulau Enggano dan daerah-daerah hinterland lainnya," ujar Edi Heriyanto saat diwawancarai di kantor DPRD Kota Bengkulu, Minggu (7/7/2025).

Pelindo Dinilai Bekerja All Out

Edi juga mengakui keseriusan PT Pelindo sebagai operator pelabuhan yang telah bekerja keras melakukan pengerukan secara intensif. Ia menyebut bahwa keberhasilan uji coba pelayaran KMP Pulau Telo menjadi bukti komitmen Pelindo dalam menjaga kelancaran logistik di tengah tantangan teknis yang cukup berat.

"PT Pelindo benar-benar bekerja all out melakukan pengerukan hingga alur bisa kembali dilewati kapal. Ini bukti nyata bahwa mereka berkomitmen dalam menjaga kelancaran logistik dan pelayanan transportasi laut, yang sempat terhenti selama empat bulan akibat sedimentasi di pintu alur," tambahnya.

Kolaborasi Berbagai Pihak Diapresiasi

Selain Pelindo, Edi Heriyanto juga mengucapkan terima kasih kepada para pemangku kepentingan lainnya seperti Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta dukungan para anggota DPD RI dan DPR RI yang turut mendorong percepatan pengerukan alur pelabuhan.

> "Kami ucapkan terima kasih kepada KSOP, Pemprov Bengkulu, dan para wakil rakyat di pusat yang sangat serius mendorong pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai. Ini adalah satu-satunya pintu gerbang ekonomi daerah, jadi dampak penutupannya sangat dirasakan oleh masyarakat Bengkulu," tuturnya.

 

Harapan untuk Pengerukan Berkala

Melihat pengalaman penutupan alur akibat sedimentasi, Edi menekankan pentingnya pengerukan yang dilakukan secara rutin dan berkala. Ia mengingatkan agar ke depan tidak terjadi lagi situasi darurat yang mengakibatkan pelabuhan lumpuh.

> "Kami berharap pengerukan dilakukan rutin dan sesuai jadwal, agar tidak menunggu alur benar-benar dangkal baru dilakukan pengerukan. Jangan sampai kita kecolongan lagi," ujarnya.

 

Pulau Baai sebagai Hub Logistik Sumatera Bagian Selatan

Lebih jauh, Edi Heriyanto menyarankan agar Pelabuhan Pulau Baai dikembangkan sebagai hub logistik kawasan barat Sumatera bagian selatan. Potensi ekspor dari Bengkulu, seperti CPO, batu bara, dan komoditas pertanian lainnya, menurutnya sangat besar dan perlu ditopang dengan infrastruktur pelabuhan yang mumpuni.

> "Pelabuhan ini punya potensi besar menjadi pusat logistik barat Sumatera bagian selatan. Komoditas seperti CPO, batu bara, dan hasil pertanian dari daerah hinterland Bengkulu sangat melimpah. Jika infrastruktur pelabuhannya memadai, Bengkulu bisa jadi pusat distribusi yang penting," jelas Edi.

 

Minta Transparansi dan Modernisasi

Tak hanya itu, Edi juga menyoroti pentingnya transparansi dalam operasional Pelindo dan koordinasi lintas instansi. Ia berharap komunikasi dan respon terhadap persoalan di lapangan dapat lebih cepat tanpa harus terkendala birokrasi yang rumit.

> "Kami minta Pelindo tetap transparan dan koordinasi lintas pihak harus dipertahankan. Setiap masalah harus bisa direspons cepat tanpa birokrasi yang berbelit," tegasnya.

 

Sebagai penutup, Edi Heriyanto berharap momentum pembukaan alur ini dapat menjadi pemicu percepatan pembangunan infrastruktur tambahan di Pelabuhan Pulau Baai. Fasilitas seperti dermaga curah cair, replika conveyor, dan sarana pelabuhan lainnya sangat dibutuhkan untuk menunjang peningkatan volume logistik dan ekspor ke depan.

> "Semoga ini juga mempercepat pembangunan fasilitas pelabuhan seperti dermaga curah cair, replika conveyor, dan fasilitas lain yang penting untuk peningkatan kapasitas pelabuhan," tutup Edi.

 

Dampak Besar untuk Ekonomi Daerah

Sebagaimana diketahui, selama empat bulan terakhir, tertutupnya alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di Bengkulu. Distribusi barang tertunda, harga komoditas meningkat, dan kegiatan ekspor-impor mengalami penurunan.

Dengan dibukanya kembali akses pelayaran ini, diharapkan stabilitas logistik dapat kembali terjaga, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor kelautan dan perdagangan.

Pembukaan kembali alur ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu, yang selama ini bergantung pada kelancaran jalur distribusi laut sebagai tumpuan utama perdagangan antarwilayah dan antarnegara.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra