Skip to main content

AMPI Bengkulu Siap Bangkitkan Peran Anak Muda, Fokus Kaderisasi Menuju Panggung Politik 2029

AMPI Bengkulu Siap Bangkitkan Peran Anak Muda, Fokus Kaderisasi Menuju Panggung Politik 2029

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - AMPI Bengkulu Siap Bangkitkan Peran Anak Muda, Fokus Kaderisasi Menuju Panggung Politik 2029
Musyawarah Daerah (Musda) VIII Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Provinsi Bengkulu menjadi momentum penting bagi kebangkitan peran generasi muda dalam kancah politik daerah. Dalam forum tersebut, Aan Julianda resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD AMPI Provinsi Bengkulu, menggantikan kepemimpinan sebelumnya dan membawa semangat baru bagi organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Partai Golkar itu.

Dalam sambutannya, Aan menegaskan bahwa masa depan AMPI Bengkulu akan diarahkan pada penguatan inovasi, kreativitas, serta pengembangan kapasitas anak muda. Ia menilai, generasi muda tidak hanya harus menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi juga perlu disiapkan sebagai aktor utama yang mampu menawarkan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.
“AMPI ini adalah rumah besar bagi anak muda. Kita bukan sekadar organisasi simbolik, tetapi wadah yang harus hidup, dinamis, dan produktif. Ke depan, AMPI Bengkulu akan menjadi ruang belajar dan laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda,” ujar Aan.

Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dengan Partai Golkar, AMPI memang memiliki kedekatan ideologis dan struktural dengan partai berlambang pohon beringin tersebut. Namun, menurut Aan, AMPI tetap harus memposisikan diri sebagai organisasi kemasyarakatan yang berdiri secara mandiri, dengan fokus utama pada pembinaan dan pemberdayaan pemuda.

“Secara politik, kita memang sejalan dengan kebijakan Partai Golkar. Tapi secara gerakan sosial dan pemudaan, AMPI harus tetap menjadi organisasi yang bekerja langsung di tengah masyarakat, menyentuh isu-isu kepemudaan, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Aan juga menekankan bahwa AMPI memiliki peran strategis sebagai jembatan kaderisasi menuju dunia politik. Ia menyebut AMPI sebagai “laboratorium politik anak muda”, tempat generasi muda ditempa sebelum terjun langsung menjadi kader partai.

Dalam waktu dekat, DPD AMPI Bengkulu akan merancang sejumlah program unggulan, salah satunya pendirian sekolah politik bagi anak muda. Program ini bertujuan memberikan pemahaman tentang demokrasi, kepemimpinan, etika politik, serta strategi komunikasi publik.

“Sekolah politik ini bukan untuk mencetak politisi instan, tetapi membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan punya visi kebangsaan. Kita ingin anak muda Bengkulu siap bersaing secara gagasan, bukan hanya popularitas,” kata Aan.

Selain itu, AMPI Bengkulu juga menyiapkan langkah konkret dalam mendistribusikan kader-kader potensial untuk mengisi berbagai posisi strategis, baik di internal organisasi maupun di struktur politik ke depan. Target besar yang sudah dipasang adalah ikut berperan aktif dalam proses Pemilu 2029, baik pada kontestasi legislatif maupun pemilihan kepala daerah.

Menurut Aan, keterlibatan anak muda dalam pemilu bukan sekadar formalitas, melainkan harus diiringi dengan kesiapan intelektual dan mental. Karena itu, kader AMPI akan didorong untuk aktif berdiskusi, turun ke masyarakat, serta memahami persoalan riil yang dihadapi warga Bengkulu.

“Kita ingin anak muda hadir bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai penentu arah. Mereka harus membawa gagasan segar, solusi inovatif, dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Musda VIII ini juga menjadi ajang konsolidasi internal bagi AMPI Bengkulu. Para pengurus dari berbagai kabupaten dan kota sepakat untuk memperkuat jaringan organisasi hingga ke tingkat kecamatan. Hal ini dinilai penting agar AMPI tidak hanya eksis di level elite, tetapi benar-benar menjadi gerakan akar rumput.

Ke depan, AMPI Bengkulu berkomitmen untuk memperluas kerja-kerja sosial, seperti pelatihan kewirausahaan pemuda, penguatan UMKM, kampanye literasi digital, serta program pengabdian masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat citra AMPI sebagai organisasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.

Dengan kepemimpinan baru di bawah Aan Julianda, AMPI Bengkulu optimistis dapat menjadi motor penggerak lahirnya pemimpin muda yang progresif, berkarakter, dan siap membawa perubahan nyata bagi daerah. Organisasi ini tak hanya ingin dikenal sebagai sayap politik, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi anak muda Bengkulu untuk berproses, belajar, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra