Skip to main content

Bupati Bengkulu Tengah Soroti Sekolah Minim Siswa, Sarana Pendidikan Jadi Perhatian

Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama rombongan saat meninjau kondisi satuan pendidikan di Kecamatan Pondok Kubang dan Pondok Kelapa, Kamis (13/8/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>  Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mulai memetakan persoalan yang dihadapi sejumlah satuan pendidikan, terutama sekolah yang mengalami penurunan jumlah peserta didik baru. Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung ke sekolah untuk melihat kondisi sarana, jumlah anak usia sekolah, hingga alasan masyarakat memilih lembaga pendidikan tertentu.

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., bersama Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah Arsyad Hamzah, S.E., jajaran asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian serta sejumlah undangan, turun langsung meninjau beberapa sekolah di Kecamatan Pondok Kubang dan Pondok Kelapa, Kamis (13/8/2026).

Kunjungan pertama menyasar SD Negeri 85 dan SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah yang berada di satu kawasan pendidikan Desa Talang Tengah I, Kecamatan Pondok Kubang. Rombongan pemerintah daerah disambut para guru dan peserta didik.

Perhatian utama Bupati tertuju pada kondisi SD Negeri 85 yang pada tahun ajaran baru hanya menerima satu peserta didik untuk kelas I. Menurut Rachmat, persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak dapat langsung disimpulkan hanya disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat.

Ia mengungkapkan, kondisi bangunan dan lingkungan sekolah yang belum memadai menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi keputusan orang tua dalam menentukan sekolah bagi anak mereka.

“Setelah kita melihat langsung, kondisi fisik sekolah memang perlu mendapatkan perhatian. Ini tentu menjadi salah satu pertimbangan orang tua ketika memilih sekolah untuk anaknya,” ujar Rachmat.

Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan persoalan lain yang tidak kalah penting. Jumlah anak usia sekolah dasar di Desa Talang Tengah I ternyata memang relatif sedikit. Berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak sekolah, hanya terdapat dua anak yang memasuki usia sekolah dasar. Dari jumlah tersebut, seorang anak memilih menempuh pendidikan di sekolah lain.

Kepala SD Negeri 85 Talang Tengah, Maryono, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Sejak sekitar lima bulan memimpin sekolah, ia bersama guru telah melakukan pendataan dan mendatangi masyarakat untuk mengetahui jumlah anak yang akan memasuki usia sekolah.

“Kami sudah melakukan pendataan dan pendekatan kepada orang tua. Dari hasil survei, memang jumlah anak usia sekolah di desa ini sangat terbatas,” kata Maryono.

Rachmat menegaskan, pemerintah daerah akan mencari langkah yang tepat untuk memperbaiki kondisi sekolah tersebut. Pembenahan sarana pendidikan, termasuk akses jalan menuju sekolah, menjadi bagian yang akan diperhatikan agar keberadaan sekolah tetap mampu memberikan pelayanan pendidikan secara layak.

Di lokasi yang sama, SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah juga menjadi bagian dari peninjauan. Kepala SMPN 17, Umaedi Heryan, menyampaikan bahwa sekolah tersebut saat ini memiliki 19 peserta didik.

Rombongan kemudian bergerak menuju SD Negeri 82 di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa. Di sekolah ini, persoalan jumlah peserta didik baru kembali menjadi sorotan karena kelas I hanya diisi satu siswa.

Rachmat menilai kondisi tersebut membutuhkan strategi berbeda. Selain faktor demografi, persaingan dengan sekolah lain yang menjadi pilihan orang tua juga harus diperhitungkan.

Menurutnya, sekolah negeri perlu memiliki inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keunggulan dalam kegiatan belajar, fasilitas pendukung maupun program sekolah dinilai dapat menjadi daya tarik bagi calon peserta didik.

“Orang tua tentu menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Karena itu, sekolah harus mampu menghadirkan inovasi dan keunggulan agar masyarakat mempunyai alasan memilih sekolah yang ada di desanya,” jelasnya.

Kepala SDN 82 Talang Boseng, Budiman, S.E., mengakui sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anak mereka di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah untuk mencari terobosan baru.

Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah memberikan perlengkapan bagi peserta didik baru, seperti seragam, tas dan sepatu secara gratis. Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap sekolah.

Kunjungan Bupati Bengkulu Tengah ini menjadi bagian dari evaluasi langsung pemerintah daerah terhadap kondisi pendidikan di wilayahnya. Persoalan minimnya peserta didik tidak hanya berkaitan dengan daya tarik sekolah, tetapi juga dipengaruhi jumlah anak usia sekolah, pilihan masyarakat, kondisi fasilitas dan akses menuju sekolah.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang tepat berdasarkan kondisi masing-masing sekolah. Dengan pendekatan tersebut, sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk usia sekolah terbatas tetap dapat memperoleh perhatian dan kesempatan berkembang.

Pewarta : amg

Editing : Adi Saputra