Skip to main content

Cuaca Ekstrem, Pantai Jakat Bengkulu Sepi Pengunjung

Cuaca Ekstrem, Pantai Jakat Bengkulu Sepi Pengunjung.Selasa(17/12)(amg - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Salah satu destinasi wisata favorit di Kota Bengkulu, Pantai Jakat, kini tengah mengalami kondisi yang tidak bersahabat akibat pasang tinggi. Kondisi tersebut terjadi menyusul cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir Bengkulu belakangan ini.

Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu (14-15 Desember), pantauan di lokasi menunjukkan Pantai Jakat tampak sepi. Aktivitas pengunjung yang biasanya ramai terlihat justru lenyap sama sekali. Hanya beberapa warga setempat terlihat duduk-duduk di depan rumah mereka, sementara garis pantai diterpa gelombang tinggi.

Tak hanya Pantai Jakat, kondisi serupa juga terlihat di sepanjang Pantai Panjang hingga kawasan Pasir Putih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu pun mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak berenang di pantai untuk sementara waktu.

"Kami menghimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak berenang di sepanjang pantai, termasuk Pantai Jakat. Meskipun biasanya aman, kondisi pasang dan gelombang tinggi kali ini membuat situasi lebih berbahaya," ujar Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi.

Will menambahkan, peringatan ini terutama ditujukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan semakin memburuk, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Menurut data dari BMKG, puncak pasang tinggi diperkirakan terjadi mulai 20 Desember hingga awal 2025.

"Masyarakat sebaiknya benar-benar mengikuti imbauan ini demi keselamatan bersama. Selama libur Natal dan Tahun Baru, ombak bisa semakin besar," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kota Bengkulu berencana mendirikan posko siaga di beberapa titik pantai. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan informasi terkini kepada wisatawan yang masih berkunjung ke kawasan pantai.

"Posko akan mulai kami dirikan pada 24 Desember. Meskipun pihak kepolisian yang akan memasang papan peringatan, petugas BPBD akan berkeliling menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan pengunjung agar tidak berenang," jelas Will Hopi.

Di sisi lain, warga setempat juga merasakan dampak langsung dari ombak pasang ini. Salah seorang warga, Nurhidayah (56), yang sehari-hari berjualan kelapa muda di sekitar Pantai Jakat, mengungkapkan bahwa ombak cenderung lebih tinggi pada malam hari.

"Sudah hampir dua minggu ini air laut pasang terus. Kalau malam, ombak sampai menyentuh rumah kami. Makanya sekarang nggak ada pengunjung yang datang," ujar Nurhidayah.

Cuaca ekstrem dan kondisi pasang tinggi ini mengakibatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar pantai ikut terdampak. Dengan situasi yang diperkirakan masih berlanjut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra