TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Rencana Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, untuk menjadikan Mess Pemda Pemprov sebagai kantor Walikota setelah proses hibah ke pemerintah kota mendapat dukungan luas dari masyarakat. Langkah ini dinilai positif karena dapat menghidupkan kembali perekonomian di kawasan sekitar Mess Pemda hingga Pasar Barukoto, yang dikenal sebagai kawasan kota lama.
Dukungan terhadap rencana ini terlihat dari respons positif masyarakat di media sosial. Salah satu warga, Rini Kuswati, melalui kolom komentar di Media Center Kota Bengkulu, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan tersebut.
"Mantap Pak. Jika Mess Pemda dijadikan kantor, otomatis akan ada aktivitas rutin yang membuka peluang peningkatan ekonomi di sekitarnya. Ibu-ibu pulang kantor bisa membeli ikan segar atau produk olahan. Senang juga kalau lampu dihidupkan dan Pasar Barukoto ditata kembali. Sekarang ini sepi sekali, banyak toko yang tutup," tulisnya.
Selain Mess Pemda, pembahasan juga mengarah pada kondisi Pantai Panjang. Masyarakat menilai bahwa ketika pengelolaan masih di tangan Pemkot Bengkulu, kawasan ini lebih tertata dibandingkan dengan kondisi saat ini di bawah kewenangan Pemprov Bengkulu.
"Dulu, ketika Pemkot yang mengelola, Pantai Panjang tidak seamburadul seperti sekarang. Setelah diambil alih oleh Pemprov saat Gubernur Rohidin Mersyah menjabat, pantai jadi berantakan, banyak bangunan tidak berguna di mana-mana," ungkap warga bernama Sita Syafiri melalui media sosial.
Jika nantinya Pantai Panjang kembali dikelola oleh Pemkot Bengkulu, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah penerangan kawasan tersebut sebelum berlanjut ke tahap penataan dan kebersihan.
"Target pertama kami adalah memasang lampu agar Pantai Panjang terang benderang pada malam hari. Untuk waktu pelaksanaannya, kita menunggu limpahan kewenangan dari Gubernur," ujar Dedy.
Terkait rencana pengelolaan Mess Pemda, Dedy mengaku telah berdiskusi dengan Gubernur Bengkulu. Ia ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas pemerintahan agar dapat menghidupkan kembali kota lama, seperti yang biasa dilakukan di negara-negara maju yang mempertahankan keberadaan kota lama dan baru.
"Kawasan lama kita itu adalah kampung. Kita sudah menganggarkan revitalisasi Pasar Barukoto 1 dan 2, dan dananya sudah tersedia. Sebagai langkah lanjutan, Mess Pemda bisa dimanfaatkan sebagai kantor Walikota," jelasnya.
Dengan adanya pemerataan pembangunan dan revitalisasi di berbagai kawasan Kota Bengkulu, terutama di daerah kota lama, diharapkan kawasan ini kembali ramai dan menjadi pusat perekonomian yang lebih hidup.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra