Skip to main content

Dewi Coryati: Public Speaking Penting untuk Pariwisata

Dewi Coryati: Public Speaking Penting untuk Pariwisata.Kamis(29/8)(AMG - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Palembang, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, baru-baru ini mengadakan pelatihan public speaking. Meskipun dianggap sebagai keterampilan dasar, public speaking memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pariwisata di Indonesia.

Dr. Hj. Dewi Coryati, Anggota Komisi X DPR RI, menyampaikan hal ini usai membuka pelatihan tersebut pada Kamis, 29 Agustus 2024. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak boleh diremehkan, karena sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata.

"Public speaking adalah kemampuan yang esensial dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Di sektor pariwisata, misalnya, keterampilan ini dapat mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah," ungkap Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa dalam penerapan public speaking, ada lima prinsip yang harus selalu diterapkan, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. "Ketika prinsip-prinsip ini diterapkan dengan baik, wisatawan akan merasa nyaman dan seperti berada di rumah sendiri," jelas Dewi.

Pada kesempatan ini, para guru dilibatkan sebagai peserta pelatihan. Dewi menjelaskan bahwa para guru memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan praktik public speaking yang baik kepada siswa mereka.

"Diharapkan apa yang mereka pelajari dalam pelatihan ini dapat diteruskan kepada murid-murid mereka, yang kemudian juga dapat mengkomunikasikannya kepada keluarga dan masyarakat luas," tambah Dewi. Selain itu, ia berharap bahwa dengan melibatkan para guru, kecintaan terhadap pariwisata bisa tumbuh sejak dini di kalangan generasi muda.

"Kita harus menyadari bahwa untuk meningkatkan produktivitas pariwisata, tidak bisa hanya bergantung pada Dinas Pariwisata saja. Semua pihak harus terlibat," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyambut baik pelatihan ini. Ia meyakini bahwa pelatihan public speaking dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata.

"Pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas sektor pariwisata, khususnya di Provinsi Bengkulu," ujar Murlin. Ia juga berharap pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa memahami pentingnya public speaking.

Menurut Murlin, kemampuan berkomunikasi dan bersikap adalah aspek penting dalam sektor pariwisata yang berbasis pada jasa. "Kualitas layanan sangat dipengaruhi oleh cara berkomunikasi. Jadi, penting bagi kita untuk memahami tata cara berbicara dan bersikap yang tepat," jelas Murlin.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta, terutama para guru, dapat mengaplikasikan dan menyebarkan keterampilan public speaking yang baik. Ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan pariwisata di daerah mereka.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Pariwisata Palembang dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi yang sangat diperlukan dalam sektor pariwisata. Langkah ini juga sejalan dengan upaya untuk membangun citra positif pariwisata Indonesia di mata dunia, melalui SDM yang lebih profesional dan berdaya saing.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra