Skip to main content

DLHK Bengkulu Dorong Peran Aktif Pokja Perhutanan Sosial

Anggota Pokja Perhutanan Sosial mendampingi masyarakat desa dalam menyusun rencana kerja pengelolaan hutan.Sabtu(23/11)(amg - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<<  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu terus memperkuat peran Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial untuk memastikan pengelolaan hutan berjalan secara berkelanjutan. Kepala DLHK Bengkulu, Safnizar, S.Hut., MP, menegaskan bahwa kehadiran Pokja sangat penting, tidak hanya untuk menjaga kelestarian hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

"Pokja Perhutanan Sosial memegang peran strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan mendukung pemberdayaan masyarakat," ujar Safnizar pada Sabtu (23/11/2024). Program ini memberikan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan melalui berbagai skema, seperti hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan adat, dan hutan tanaman rakyat.

Menurut Safnizar, Pokja bertugas mendampingi masyarakat dalam menyusun rencana kerja, memastikan kepatuhan terhadap aturan, serta memfasilitasi perizinan dari pemerintah. "Dengan pendampingan yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan potensi hutan secara optimal tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem," katanya.

Kepala DLHK Bengkulu, Safnizar, S.Hut., MP, saat memberikan keterangan pers terkait pentingnya peran Pokja Perhutanan Sosial dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

DLHK Bengkulu menilai tantangan pengelolaan hutan kini tidak hanya sebatas konservasi, tetapi juga bagaimana hutan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pokja diharapkan mampu mengintegrasikan tiga aspek utama, yakni ekologi, ekonomi, dan sosial, dalam setiap program yang dijalankan.

"Dengan integrasi tersebut, manfaat program perhutanan sosial bisa dirasakan secara luas," tambah Safnizar. Selain itu, DLHK menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk memastikan keberhasilan program.

Dalam waktu dekat, Pokja akan menyusun strategi prioritas yang mencakup identifikasi potensi kawasan hutan, pengembangan produk hutan non-kayu, serta pemberian pelatihan kepada masyarakat setempat. "Dengan kerja sama yang erat, kami optimis pengelolaan hutan di Bengkulu akan semakin baik dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat," tuturnya.

Safnizar menegaskan, peran aktif Pokja menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. "Langkah ini diharapkan menjadikan hutan tidak hanya lestari, tetapi juga sebagai sumber kesejahteraan masyarakat," tutupnya.(adv)

Pewarta :amg

Editing : Adi Saputra