TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu terus memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola. Kali ini, petugas menyasar sejumlah sekolah menengah atas (SMA) untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pelajar yang telah memenuhi persyaratan usia.
Program tersebut difokuskan kepada siswa kelahiran 2008 dan 2009 yang telah berusia atau mendekati usia 17 tahun. Melalui pelayanan langsung di lingkungan sekolah, para pelajar diharapkan dapat mengurus dokumen kependudukan dengan lebih mudah tanpa harus datang sendiri ke kantor Dukcapil.
Kepala Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, mengatakan bahwa pelayanan jemput bola merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempercepat pencapaian target perekaman KTP-el. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik agar lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Menurut Widodo, petugas Dukcapil diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah dengan membawa layanan perekaman sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui pola pelayanan tersebut, proses administrasi diharapkan berjalan lebih praktis dan dapat menjangkau siswa yang sudah memenuhi ketentuan untuk memiliki KTP-el.
“Melalui tim Dukcapil, kami turun langsung ke SMA-SMA yang ada di Kota Bengkulu untuk mengejar target perekaman. Kami mohon dukungan dari kepala sekolah dan dewan guru agar pelayanan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Widodo, Senin (26/10/2026).
Dalam agenda pelayanan kali ini, SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 9 Kota Bengkulu termasuk sekolah yang menjadi sasaran kegiatan perekaman KTP-el. Pelaksanaan layanan di sekolah dinilai dapat membantu petugas menjangkau pemilih pemula secara lebih terarah.
Para siswa yang menjadi sasaran diharapkan mengikuti proses perekaman sesuai jadwal dan arahan yang disampaikan pihak sekolah. Koordinasi antara Dukcapil dan tenaga pendidik menjadi faktor penting agar pelayanan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Widodo menegaskan, keterlibatan kepala sekolah dan dewan guru sangat dibutuhkan, terutama dalam mendata serta mengumpulkan siswa yang telah memenuhi persyaratan. Dengan persiapan yang baik, petugas dapat memberikan pelayanan secara lebih tertib, efektif, dan efisien.
Dukungan pihak sekolah juga membantu memastikan informasi mengenai jadwal perekaman tersampaikan kepada siswa yang membutuhkan. Dengan demikian, kesempatan untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami berharap dukungan penuh dari kepala sekolah dan dewan guru. Mari bersama-sama kita kejar target perekaman agar anak-anak kita bisa mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan dengan mudah,” kata Widodo.
KTP-el merupakan dokumen resmi yang berfungsi sebagai identitas diri penduduk dan dibutuhkan dalam berbagai urusan administrasi. Bagi pelajar yang memasuki usia 17 tahun, kepemilikan KTP-el juga menjadi salah satu tahapan penting dalam memenuhi kewajiban administrasi kependudukan.
Selain mendukung tertib administrasi, percepatan perekaman bagi pemilih pemula membantu memastikan para pelajar memiliki dokumen identitas sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pendataan sejak dini diperlukan agar siswa yang memenuhi syarat tidak tertinggal dalam proses perekaman.
Melalui pendekatan langsung ke sekolah, Dukcapil Kota Bengkulu berupaya mengurangi hambatan yang mungkin dihadapi pelajar ketika harus mengurus dokumen secara mandiri. Pelayanan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan sejak usia muda.
Ke depan, sinergi antara petugas Dukcapil, pihak sekolah, dan para siswa diharapkan terus diperkuat agar cakupan perekaman KTP-el semakin optimal. Pelajar yang belum melakukan perekaman dapat mengikuti informasi dan arahan resmi dari sekolah maupun Dukcapil Kota Bengkulu.
Pemerintah berharap program jemput bola tersebut mampu mempercepat pelayanan sekaligus mendorong terwujudnya tertib administrasi kependudukan di Kota Bengkulu. Dengan akses yang lebih dekat dan koordinasi yang baik, pelajar dapat memperoleh layanan yang mudah, tertib, dan sesuai prosedur.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra