TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan serta melestarikan alam, Komunitas Bonsai Kito-Kito Bengkulu (BKKB) menggelar Festival Bonsai di halaman Kantor Gubernur Bengkulu pada Senin, 26 Agustus 2024. Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-79 Republik Indonesia, sekaligus menjadi upaya konkret dalam merealisasikan Program Indonesia Hijau.
Festival yang dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam sambutannya, Gubernur Rohidin menekankan pentingnya seni bonsai dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan vegetasi lokal. “Bengkulu memiliki kekayaan vegetasi yang luar biasa. Dengan dipadukan dengan seni, kreativitas, serta ketelatenan, kita dapat menghasilkan karya yang tidak hanya indah tetapi juga bernilai tinggi. Hobi ini sangat positif, apalagi jika dapat menghasilkan keuntungan,” ujar Rohidin.
Bonsai, yang berasal dari seni tradisional Jepang, kini telah berkembang pesat di Indonesia. Kesenian ini mengombinasikan keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon yang dikerdilkan dalam pot dangkal, menciptakan miniatur dari bentuk asli pohon tersebut. Tidak hanya menjadi hobi yang menyenangkan, seni bonsai juga mengandung filosofi mendalam tentang kesabaran, ketekunan, dan keharmonisan dengan alam.
Festival ini menampilkan berbagai jenis tanaman bonsai yang telah dikerdilkan dengan apik. Tanaman yang dipamerkan antara lain beringin, kayu sancang, kamboja, cemara, hingga pohon berbuah seperti murbei. Setiap tanaman menunjukkan keindahan bentuk dan detail yang unik, mencerminkan keahlian tinggi para perajin bonsai yang terlibat dalam festival ini.
Ketua Komunitas BKKB, Joni Kapisah, menjelaskan bahwa festival ini bukan hanya sekadar ajang pameran, melainkan juga sebagai tempat berkumpul bagi para pecinta bonsai dari berbagai daerah. “Festival ini memberikan kesempatan kepada para penggemar bonsai untuk menampilkan koleksi terbaik mereka. Lebih dari 70 peserta turut serta, dengan total 284 bonsai yang dipamerkan. Bentuk dan harga bonsai bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai Rp 40 juta per pohon,” kata Joni.
Lebih lanjut, Joni menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi para petani, perajin, dan pelatih bonsai. Dengan berkumpulnya para pelaku seni bonsai, diharapkan terjadi pertukaran ilmu dan pengalaman yang akan memperkaya kemampuan dan pengetahuan para peserta. “Ini bukan kompetisi, tetapi ajang untuk berbagi ilmu dan saling menginspirasi. Kami juga menyediakan doorprize bagi peserta untuk menambah semarak acara,” tutup Joni.
Selain mempromosikan seni bonsai, festival ini juga bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, BKKB ingin menunjukkan bahwa seni dan hobi seperti bonsai dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya keanekaragaman hayati lokal. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian alam bisa dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan.
Festival Bonsai Bengkulu akan berlangsung hingga Kamis, 29 Agustus 2024. Selama beberapa hari ke depan, masyarakat dapat menikmati keindahan bonsai sekaligus belajar lebih dalam tentang seni yang sarat akan nilai estetika dan filosofi ini. Diharapkan, melalui festival ini, minat dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan semakin meningkat, seiring dengan berkembangnya seni bonsai di Indonesia.
Dalam jangka panjang, kegiatan seperti ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal melalui pengembangan sektor usaha berbasis seni dan budaya. Festival Bonsai Bengkulu menjadi langkah nyata dalam upaya menciptakan keseimbangan antara seni, budaya, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Pewarta : Herdianson
Editing: Adi Saputra