Skip to main content

Festival Tabut 2026 Bengkulu Capai Puncak Kemeriahan, Dorong Pariwisata dan Perputaran Ekonomi Daerah

Puncak Festival Tabut 2026 bertema "Semarak Muharam Bengkulu" di Sport Center Pantai Panjang dipadati ratusan ribu pengunjung. Acara budaya tahunan ini menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Bengkulu. (Foto: Istimewa)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Puncak rangkaian Festival Tabut 2026 dalam balutan tema "Semarak Muharam Bengkulu" berlangsung spektakuler di kawasan Sport Center Pantai Panjang, Rabu malam (24/6/2026). Ribuan lampu, pertunjukan budaya, dan antusiasme masyarakat menyatu dalam perayaan yang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Provinsi Bengkulu tersebut.

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai daerah mulai memadati lokasi kegiatan. Arus pengunjung terus meningkat hingga malam hari, menjadikan kawasan Sport Center Pantai Panjang lautan manusia yang datang untuk menyaksikan penutupan festival budaya tahunan tersebut.

Festival Tabut tahun ini tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian sejumlah pejabat nasional. Hadir dalam acara tersebut Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, para bupati se-Provinsi Bengkulu, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran para tokoh nasional tersebut menjadi bukti bahwa Festival Tabut semakin mendapat perhatian luas sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik wisata tinggi.

Mewakili Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media Strategis, Apni Jaya Putra, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat Bengkulu dalam menjaga eksistensi Festival Tabut dari tahun ke tahun.

Menurut Apni, Festival Tabut telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perayaan budaya. Event tersebut kini menjadi simbol identitas daerah yang mampu memperkenalkan Bengkulu ke tingkat nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat.

Ia mengungkapkan rasa bangganya karena Festival Tabut kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pencapaian ini menjadi yang keenam kalinya bagi festival budaya khas Bengkulu tersebut.

“Festival Tabut bukan hanya pertunjukan budaya. Ini adalah ruang pelestarian tradisi, penguatan identitas daerah, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor,” ujar Apni.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak Festival Tabut tidak hanya terlihat dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan kegiatan. Mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro dan pedagang lokal merasakan manfaat langsung dari ramainya kunjungan wisatawan.

Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pariwisata pada pelaksanaan Festival Tabut tahun 2025, tercatat sebanyak 244 ribu kunjungan wisatawan hadir ke Bengkulu selama penyelenggaraan acara. Dari jumlah tersebut, terjadi perputaran ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp30 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa event budaya memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong daerah-daerah untuk mengembangkan kegiatan serupa yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat budaya lokal.

Saat ini pemerintah pusat menargetkan terciptanya 1,6 miliar pergerakan wisatawan nusantara di seluruh Indonesia. Untuk mendukung target tersebut, setiap kabupaten dan kota di Bengkulu diharapkan mampu menghadirkan berbagai event berkualitas secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Dengan pola penyelenggaraan yang terjadwal dan bergiliran, wisatawan diharapkan terus datang ke Bengkulu pada berbagai momentum, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pada satu kegiatan saja, tetapi menyebar ke seluruh wilayah.

Apni menilai, semakin banyak agenda wisata yang diselenggarakan, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, pelaku pariwisata, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor wisata berbasis budaya.

Puncak Festival Tabut 2026 pun menjadi penegas bahwa warisan budaya tidak hanya berfungsi sebagai media pelestarian sejarah, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Festival Tabut diyakini akan terus berkembang sebagai ikon budaya dan destinasi wisata unggulan yang membanggakan Bengkulu di tingkat nasional.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra