Skip to main content

Gawat, Kerugian Penyakit Ngorok Tembus 23 Miliar

Gawat, Kerugian Penyakit Ngorok Tembus 23 Miliar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Dampak penyebaran virus Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok yang menyerang hewan ternak sapi dan kerbau di Provinsi Bengkulu timbulkan kerugian capai Rp23 miliar.Kamis(7/11).

Kerugian ditaksir Rp23 miliar dari dampak penyakit ngorok di 5 daerah kabupaten di  Provinsi Bengkulu.

Jumlah tersebut didapat, apabila kerbau dan sapi yang biasanya berkisar diharga Rp25 juta/ekor dikalikan 950 ekor ternak sapi dan kerbau yang terdampak, baik itu mati/dimusnahkan ataupun dijual dengan harga di bawah rata-rata.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi menerangkan perhitungan kerugian tersebut apabila 100 ekor ternak yang mati dikalikan harga sekarang yakni Rp25 juta.

“Jadi hitung sendiri kerugiannya, itu perumpamaannya,” sampai Syarkawi 

Atas jumlah kerugian yang dialami para peternak, Syarkawi menegaskan, tidak ada ganti rugi yang akan diberikan untuk peternak.

“Kalau PMK dulu ada kompensasi karena itu sudah menyebar tingkat nasional, namun SE inikan lokal. Jadi tidak ada,” terang Syarkawi. 

Lebih jauh, Syarkawi menerangkan, bahwa asal dari penyebaran dari penyakit ngorok ini dimulai dari 2 daerah, yakni Kabaupaten Bengkulu Selatan dan Kaur.

“Inikan dimulai di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur,” beber Syarkawi.

Syarkawi mengatakan, untuk kebutuhan vaksin, obat dan antibiotik untuk hewan ternak sendiri, pihak Disnakeswan telah menyalurkan kepada para peternak.

Obat antibiotik, vitamin itu didapat dari stok Disnakeswan Provinsi Bengkulu maupun bantuan CSR perusahaan.

Kemudian, Disnakeswan Provinsi Bengkulu telah menerima dan menyalurkan 3.000 vaksin pemerintah pusat, kepada para peternak.

Kendati demikian, apabila dibandingkan dengan ternak yang sudah terdampak, jumlah vaksin dan obat itu masih dikatakan kurang.

“Untuk stok obat, antibiotik sudah kita salurkan ke peternak. Dan untuk vaksin kita menerima 3.000 bantuan pusat, untuk jumlah itu masih kurang ya,” ujar Syarkawi..(adv)

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra