Skip to main content

“Gerak Nyata di Ujung Negeri: Pemprov Bangun Rumah Layak untuk Warga Enggano”

“Gerak Nyata di Ujung Negeri: Pemprov Bangun Rumah Layak untuk Warga Enggano”

TEROPONG PUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, terus menunjukkan komitmennya dalam menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung dengan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Enggano. Sejak Selasa (8/7), Mian berkantor di pulau terluar Provinsi Bengkulu tersebut dan melakukan blusukan ke berbagai wilayah untuk mengetahui kondisi riil masyarakat setempat.

Pada Kamis (10/7), Mian bersama sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Bengkulu serta Staf Khusus Kementerian Dalam Negeri turun langsung ke Desa Trans Malakoni, salah satu desa di Pulau Enggano. Mereka didampingi Camat Enggano dan aparat setempat untuk berdialog dengan warga, menggali berbagai persoalan, serta mendengar harapan masyarakat secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, Mian menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Bengkulu dalam rangka mempercepat pemulihan dan pembangunan wilayah Enggano pasca-keterisolasian selama lebih dari tiga bulan akibat pendangkalan alur pelayaran yang menghambat distribusi logistik.

"Hari ini saya bersama sejumlah pejabat dan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri hadir di Desa Trans Malakoni untuk menindaklanjuti perintah Pak Gubernur. Tujuannya adalah memetakan permasalahan yang terjadi setelah adanya gangguan pelayaran yang cukup lama. Ini bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur TNI/Polri untuk mendorong kembali aktivitas sosial dan ekonomi di Pulau Enggano," ujar Mian dalam sambutannya.

Kegiatan dialog yang berlangsung secara terbuka itu menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan secara langsung persoalan yang mereka hadapi. Salah satu warga, Widodo (46), menyampaikan keluhan tentang kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang kerap dilanda banjir akibat dekat dengan kawasan rawa.

"Rumah saya sering kebanjiran, Pak. Saya sudah delapan tahun tinggal di sini. Kami berharap bisa masuk dalam program bedah rumah agar bisa hidup lebih layak," ungkap Widodo di hadapan rombongan pejabat.

Merespons aspirasi tersebut, Mian menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menjalankan program pembangunan rumah layak huni di wilayah Enggano. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana atau lingkungan tidak sehat.

"Memang persoalan rumah tidak layak huni menjadi salah satu fokus kami. Tahun ini, ada program pembangunan 10 unit rumah layak huni di Pulau Enggano yang didanai melalui kerja sama dengan Baznas. Namun jika nantinya masih ada warga yang belum terakomodasi, kita tetap akan usahakan secara bertahap agar semua masyarakat bisa tinggal di lingkungan yang aman dan sehat," jelas Mian.

Selain persoalan perumahan, warga juga mengeluhkan akses pelayanan publik yang masih terbatas, seperti transportasi laut, layanan kesehatan, hingga pendidikan. Mian menyebut, seluruh masukan dan keluhan masyarakat akan dicatat secara rinci dan menjadi bahan evaluasi untuk perumusan kebijakan pembangunan daerah.

"Pemetaan permasalahan ini menjadi dasar bagi kami dalam menyusun program strategis ke depan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Enggano mendapatkan perhatian yang adil dan proporsional, mengingat posisi geografis mereka yang jauh dari pusat pemerintahan," katanya.

Mian juga menegaskan bahwa keberadaan pemerintah di Pulau Enggano bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan masalah rakyat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pusat, serta dukungan masyarakat akan mempercepat pembangunan Pulau Enggano ke arah yang lebih baik.

"Pulau Enggano adalah beranda terdepan Bengkulu. Kita tidak boleh membiarkannya tertinggal. Maka dari itu, semua pihak harus bergerak bersama, bergotong royong mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan," pungkas Mian.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kerja nyata Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan kesejahteraan, dan mempercepat pemulihan pasca-disrupsi transportasi laut yang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Pulau Enggano.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra