TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah kembali mengambil langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., di halaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah, Rabu (13/05/2026).
Program yang digagas melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) itu menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Dalam sambutannya, Sekda Tomi Marisi menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan salah satu fokus utama pemerintah daerah. Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Idul Adha merupakan fenomena yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar. Karena itu, pemerintah hadir melalui Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Tomi Marisi.
Ia juga menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, distributor, Bulog, serta pelaku usaha pangan menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan stok bahan pokok. Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan harga di pasar, tetapi juga lewat intervensi langsung seperti operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut dengan harga di bawah harga pasar. Di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga tepung terigu. Kehadiran program ini pun disambut antusias oleh masyarakat yang sejak pagi telah memadati lokasi kegiatan.
Salah seorang warga mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah karena harga kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami kenaikan menjelang Idul Adha. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap kestabilan harga dapat terus terjaga sehingga tidak memicu gejolak ekonomi di tengah masyarakat.
TPID Kabupaten Bengkulu Tengah sendiri selama ini aktif melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga pasar, koordinasi distribusi bahan pangan, hingga pelaksanaan pasar murah di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan komoditas penting.
Sekda Tomi Marisi juga mengajak masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok hingga momentum Idul Adha berlangsung.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga. Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program ini,” tambahnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, perwakilan Bulog, serta stakeholder terkait lainnya. Pemerintah daerah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra