Skip to main content

Grup Marhaban Al Mukhlisisn Wujudkan Penguatan Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif

Grup Marhaban Al Mukhlisin saat kegiatan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Grup Marhaban Al Mukhlisin yang bermarkas di Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI). Bantuan tersebut berdasarkan usulan penguatan kearifan lokal dan ekonomi kreatif yang disampaikan Grup Marhaban Al Mukhlisin.

Ketua Grup Marhaban Al Mukhlisin, Suriyati didampingi Sekretaris, Endang Susilawati mengatakan, bantuan itu merupakan salah satu program Kemensos RI sebagai upaya pencegahan konflik sosial dan penyebaran radikalisme, serta penguatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Adapun bantuan yang diterima pihaknya sebesar Rp 50 juta.

"Bantuan yang kita terima itu berdasarkan usulan pada tahun 2022 lalu, yang disampaikan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu. Kemudian diteruskan ke Dinsos Provinsi Bengkulu, dan selanjutnya barulah disampaikan ke Kemensos RI. Jadi kita sangat berterimakasih sekali, baik pada Dinsos kota, provinsi dan Kemensos RI," ungkap Siriyati.

Menurut Suriyati, bantuan ini sangat penting dalam mendukung kegiatan pihaknya, yang salah satunya bertujuan untuk untuk mencegah konflik sosial dan penyebaran paham radikalisme. "Selain itu bantuan tersebut juga untuk mendorong penguatan UEP, khususnya bagi seluruh anggota Grup Marhaban Al Mukhlisin," kata Suriyati, Senin (25/12).

Perlengkapan Marhaban

Disisi lain, Suriyati menyatakan, bantuan senilai Rp 50 juta itu rencanaya digunakan untuk pembelian sarana dan prasarana penunjang kegiatan Marhaban seperti seragam, alat tabuh, ketipung, ayunan kayu, Cerano, dan perlengkapan lainnya. Kemudian, sebagian dari bantuan itu dialokasikan untuk usaha produktif anggota.

"Seperti untuk pembelian kompor besar, wajan besar, dan perlengkapan memasak guna mendorong penguatan ekonomi produktif masyarakat. Dalam upaya mendukung ekonomi produktif ini, kita bakal memproduksi makanan olahan seperti Peyek, Keripik Pisang, Juada Keras, Bay Tat, dan Sirup Jeruk Kalamansi," jelas Suriyati.

Pihaknya berharap, dengan bantuan yang telah diterima dari Kemensos RI dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan anggota kelompok dan sekaligus mendukung perkembangan ekonomi lokal. "Selain itu juga dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat," tutupnya.