Skip to main content

Gubernur Rohidin Pastikan Kesejahteraan TKBM Pelabuhan Pulau Baai Akan Lebih Diperhatikan

Gubernur Rohidin Pastikan Kesejahteraan TKBM Pelabuhan Pulau Baai Akan Lebih Diperhatikan.Minggu(15/9)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<< Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Sebagai ujung tombak aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut, kesejahteraan para pekerja ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Rohidin dalam pertemuan dengan anggota TKBM Pelabuhan Pulau Baai, yang berlangsung di sebuah hotel di kawasan Pantai Panjang, Bengkulu, pada Sabtu (14/9). Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu terkait kesejahteraan dan fasilitas kerja TKBM menjadi topik utama pembahasan.

“Tenaga kerja seperti TKBM ini perlu dimonitor dengan baik, terutama karena mereka sudah berbadan hukum dalam bentuk koperasi. Saat ini, saya sudah mengecek langsung dan menanyakan kepada pengurus, ternyata mereka sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan dan Jamsostek. Jadi, ke depannya, pemerintah akan lebih memperhatikan kesejahteraan mereka,” ungkap Rohidin.

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Rohidin menanggapi usulan terkait kebutuhan kendaraan operasional yang sebelumnya disampaikan oleh anggota TKBM melalui Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto. Gubernur berjanji akan merealisasikan permintaan tersebut dalam waktu dekat.

"Terima kasih atas usulan yang telah disampaikan. Saya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan ini dapat segera dipenuhi," tambahnya.

Kebutuhan Kendaraan Operasional untuk Tingkatkan Keselamatan Kerja

Endang Suryani, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Pulau Baai, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap nasib para pekerja bongkar muat. Menurutnya, TKBM telah beroperasi sejak tahun 1985 dan saat ini memiliki lebih dari 150 anggota yang aktif bekerja di Pelabuhan Pulau Baai.

Namun, baru pada masa kepemimpinan Gubernur Rohidin, aspirasi para pekerja mulai didengar dan ditanggapi dengan serius. Salah satu kebutuhan mendesak yang diharapkan bisa segera terpenuhi adalah kendaraan operasional. Kendaraan ini akan digunakan untuk mendukung kelancaran aktivitas bongkar muat serta membantu dalam situasi darurat, terutama jika terjadi kecelakaan kerja.

"Pekerjaan kami ini sangat berisiko tinggi. Karena itu, dengan adanya kendaraan operasional, jika terjadi kecelakaan kerja, bantuan bisa lebih cepat diberikan. Kami sangat berharap pemerintah bisa segera memenuhi kebutuhan ini," ujar Endang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa selama ini kesejahteraan TKBM masih menjadi perhatian utama koperasi. Meskipun mereka sudah memiliki jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Jamsostek, peningkatan fasilitas kerja tetap dibutuhkan untuk menunjang keselamatan dan efisiensi.

Harapan TKBM untuk Dukungan Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, Endang juga mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Provinsi Bengkulu bisa memberikan perhatian yang lebih konsisten kepada TKBM. Sejauh ini, koperasi yang menaungi TKBM hanya mendapatkan dukungan dari Dinas Koperasi UKM, Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu.

"Kami berharap ke depannya, pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Bengkulu, bisa memberikan perhatian lebih kepada kami. Apalagi pekerjaan kami sangat penting dalam mendukung kelancaran aktivitas di pelabuhan," tambah Endang.

Dengan semakin pesatnya perkembangan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai, kesejahteraan dan keselamatan pekerja menjadi aspek yang tak bisa diabaikan. Gubernur Rohidin pun berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan bahwa para TKBM mendapat perlindungan yang layak serta fasilitas kerja yang memadai.

Peran Vital TKBM dalam Perekonomian Daerah

Sebagai pelabuhan utama di Provinsi Bengkulu, Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan ini tidak hanya melibatkan pengiriman barang antar pulau, tetapi juga menjadi pintu gerbang ekspor komoditas unggulan dari Bengkulu.

Peran TKBM sebagai pelaksana operasional di lapangan sangat vital. Mereka berperan dalam memastikan bahwa setiap barang yang masuk dan keluar dari pelabuhan dapat ditangani dengan cepat dan efisien. Oleh karena itu, kesejahteraan dan keselamatan mereka menjadi prioritas yang harus diperhatikan.

Gubernur Rohidin berharap, dengan adanya perhatian yang lebih terhadap TKBM, sektor logistik dan transportasi di Provinsi Bengkulu dapat berkembang lebih pesat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup para pekerja yang terlibat langsung dalam aktivitas tersebut.

“Kami akan terus mendengarkan aspirasi para pekerja dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ini penting untuk meningkatkan kinerja pelabuhan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tutup Rohidin.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra