TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Ratusan atlet muda menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Bengkulu Swimming Championship (BSC) ke-3 Tahun 2026 yang berlangsung di Kolam Renang Raflesia Merah Putih, Kota Bengkulu. Kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul olahraga renang menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Sebanyak 728 atlet dari 30 klub dan perkumpulan renang ambil bagian dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Bengkulu tersebut. Kompetisi berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026.
Bengkulu Swimming Championship ke-3 secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Kota Bengkulu, Iwan Peryansyah, yang hadir mewakili Penjabat Wali Kota Bengkulu, Sabtu (29/8/2026).
Dalam sambutannya, Iwan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam mendukung kemajuan dunia olahraga. Menurutnya, perhatian pemerintah tidak terbatas pada cabang olahraga tertentu, melainkan seluruh cabang yang berada dalam pembinaan KONI Kota Bengkulu.
“Pemerintah Kota Bengkulu siap mendukung kegiatan olahraga seperti ini. Dukungan bukan hanya untuk cabang renang, tetapi juga seluruh cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan KONI Kota Bengkulu,” ujarnya.
Ia berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak dapat membawa nama Bengkulu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Kompetisi juga dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembinaan menghadapi agenda olahraga besar, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan PON 2028.
Selain mengejar prestasi, Iwan mengajak masyarakat untuk membudayakan olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, aktivitas olahraga memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang sehat sekaligus generasi muda yang berkarakter.
“Semoga dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bengkulu,” katanya sebelum secara resmi membuka Bengkulu Swimming Championship ke-3.
Ketua Panitia BSC ke-3 Tahun 2026, Yayat Wahyu, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Dari 30 klub yang bertanding, lima di antaranya berasal dari luar Provinsi Bengkulu.Atlet undangan datang dari Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, dan Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi atlet lokal.
“Selamat datang kepada seluruh peserta dari luar daerah yang telah hadir dan mengikuti Bengkulu Swimming Championship di Kota Bengkulu,” ujar Yayat.
Dari total 728 atlet, tercatat sebanyak 414 atlet putra dan 314 atlet putri. Kelancaran pertandingan didukung 58 wasit dan juri serta 25 panitia pelaksana.
Yayat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bengkulu, Akuatik Indonesia, KONI, sponsor, tim medis, aparat keamanan, perangkat pertandingan dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan.
Ia berharap pelaksanaan BSC terus mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang melalui masukan dan evaluasi dari seluruh peserta.
Ketua KONI Kota Bengkulu, Venny Kusuma Wardani, menilai kejuaraan tersebut memiliki arti penting dalam memantau kemampuan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov Bengkulu.
Ia berharap atlet-atlet Kota Bengkulu dapat memanfaatkan kompetisi ini untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan mental bertanding.
“Semoga anak-anak yang berlomba nanti bisa meraih medali emas di Porprov dan membawa Kota Bengkulu menjadi juara umum,” ujar Venny.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan, baik melalui fasilitas, anggaran maupun kebijakan pengembangan olahraga.
Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Provinsi Bengkulu, Aswandi, menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses panjang, disiplin, latihan dan dukungan dari berbagai pihak.
KONI Provinsi Bengkulu, kata dia, terus menjalankan program pembinaan bagi atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga, termasuk renang.
Sejumlah atlet telah masuk dalam program pembinaan, di antaranya Princess Agia Hulaibar dari Tirta Cempaka, Muhammad Bintang Pamungkas Effendi dari T8 Swimming School, serta Fioin Jawa Narraya yang masuk program prioritas menuju PON 2028.
Aswandi menambahkan sistem pembinaan dilakukan melalui mekanisme promosi dan degradasi. Atlet lain yang menunjukkan peningkatan prestasi juga berpeluang masuk dalam program pembinaan KONI.
Para atlet kini diarahkan mempersiapkan diri menghadapi Porprov Bengkulu pada 1-5 Desember 2026. Selanjutnya, pembinaan akan berlanjut menuju ajang Pra-PON, Porwil, Kejurnas hingga PON 2028 di NTB dan NTT.
Bengkulu Swimming Championship ke-3 diharapkan menjadi salah satu pintu lahirnya generasi baru atlet renang Bengkulu yang siap bersaing dan mengukir prestasi di level lebih tinggi.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra