Skip to main content

Anggaran Penanganan Abrasi Jadi Harapan Baru Warga Pesisir Bengkulu

Anggaran Penanganan Abrasi Jadi Harapan Baru Warga Pesisir Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>   Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp65,5 miliar untuk menangani masalah abrasi di Provinsi Bengkulu. Anggaran ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Rp23 miliar untuk Kabupaten Bengkulu Utara dan Rp42,5 miliar untuk Kabupaten Kaur.

Kepala BWSS VII, Medya Ramdhan, menyatakan harapannya agar alokasi anggaran tersebut dapat secara efektif mengurangi risiko abrasi yang terus mengancam kawasan pesisir Bengkulu. "Dengan adanya langkah ini, risiko abrasi di wilayah pesisir laut di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat berkurang secara signifikan," ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Andy Suhary, menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Kita harus terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga ke pusat. Mengingat keterbatasan anggaran, diperlukan sinergi antara balai, pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPRD, dan DPR RI agar pembangunan benar-benar sejalan dengan harapan masyarakat," tegas Andy.

Pernyataan ini disampaikan Andy setelah menerima dan mengajukan aspirasi masyarakat Mukomuko kepada BWSS VII. Ia menyoroti pentingnya perhatian yang berkesinambungan terhadap alokasi anggaran dan program pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan wilayah pesisir Bengkulu.

Selain melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, alokasi dana ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Proyek ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diminta untuk terus memantau dan memastikan pelaksanaan program ini berjalan sesuai rencana. Dengan pengelolaan yang tepat, abrasi yang mengancam ekosistem pesisir Bengkulu dapat diminimalkan, sehingga masyarakat di kawasan tersebut dapat merasa lebih aman dan nyaman.

Langkah ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra